BERBAGI
Ilustrasi

CENTRALBATAM.CO.ID, TANGERANG – Para pembunuh Eno Fariah, Imam Hapriadi dan Rahmat Arifin akhirnya dijatuhi hukuman oleh Majelis Hakim atas perbuatan yang dinyatakan terbukti menghabisi nyawa korban.

Keduanya divonis mati oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Tangerang.

Vonis mati itu, disambut baik oleh keluarga korban yang merasa geram dengan aksi kedua terdakwa yang dijatuhi hukuman.

“Kami puas, kami mau mereka dihukum mati,” kata ayah Eno, Arif Fikri, usai sidang di PN Tangerang, Jl Taman Makam Pahlawan Taruna, Tangerang, Rabu (8/2/2017).

Sidang yang berlangsung di ruang 5 PN Tangerang itu dihadiri keluarga dan rekan kerja orangtua korban. Sebanyak 4 tempat duduk yang ada di ruang sidang dipenuhi pengunjung.

Pengunjung lain juga terlihat berdiri di bagian belakang ruang sidang.

Saat sidang berlangsung, ibunda korban, Mahfudoh tak kuasa menahan tangis. Dia kemudian terlihat keluar ruang sidang saat hakim membacakan kronologi kejadian.

Penjagaan dari aparat kepolisian juga terlihat selama sidang berlangsung. Saat sidang usai, kedua terdakwa langsung dibawa keluar dengan pengawalan polisi.‎

Sementara itu, kuasa hukum kedua terdakwa, Sunardi Muslim mengatakan kliennya akan mengajukan banding. Vonis terhadap keduanya dinilai terlalu berat.

“Kita ajukan Banding, itu (vonis) terlalu berat,” kata Sunardi usai sidang.

Sunardi menambahkan, pihaknya akan berkoordinasi terlebih dulu sebelum mengajukan banding. Mereka akan berembuk dengan keluarga kedua terdakwa.

“Masih ada waktu 7 hari. Kami sebagai kuasa hukum akan pikir-pikir dulu dan berkoordinasi dengan keluarga terdakwa. Kalau terdakwa memang ingin mengajukan banding,” sambungnya.

Meski kliennya menyatakan ingin banding, Sunardi tetap menghormati keputusan hakim. Menurutnya, hakim sudah punya pertimbangan sebelum menjatuhkan hukuman mati.

“Tentunya kita menghormati keputusan hakim. Hakim punya pertimbangan tersendiri untuk memutuskan suatu perkara,” ujarnya.‎

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY