CENTRALBATAM.CO.ID, BATAM – Usai tahap pemebersihan proses pembangunan Pasar Induk Jodoh, tahun 2022 ini masih dilanjutkan. Sejauh ini sedang dilakukan lelang material.
“Pasar Induk sekarang sedang proses,” ujar Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam, Gustian Riau, Sabtu (12/2/2022).
Setelah lelang material selesai, pihaknya akan mengirimkan hasilnya ke Kementerian Perdagangan. Kendati demikian, DED-nya sudah lengkap.
“Lelang ini dilakukan oleh KPKNL. Insyallah Februari ini sudah masuk tahap lelang baru kita laporkan ke Kementerian Perdagangan dan keluar rekomendasi untuk pengejaran ke kementerian PUPR,” katanya.
Ia menambahkan untuk berapa lama waktu pengerjaan, tergantung proses. Apabila lelan cepat maka pengerjaan cepat.
Sebelumnya diberitakan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam masih melanjutkan pembangunan Pasar Induk Jodoh di lahan seluas 2,1 hektare.
Pembangunan pasar baru itu rencananya mampu menampung 1800an Pedagang Kaki Lima (PKL).
“Design kita 5 lantai,” ujar Gustian, Senin 2 Agustus 2021 lalu.
Ia memaparkan, Pasar Induk nantinya akan dilengkapi dengan pasar basah, elektronik, batik dan di lantai 5 dilengkapi foodcourt dan masjid.
Lantai dasar merupakan pasar basah misalnya menjual ikan dan sayur mayur. Lantai kedua bahan pokok yang kering. Lantai ketiga pakaian, klontong, lantai empat elektronik. Terakhir lantai 5, foodcourt dengan view yang bagus, misalnya Singapura.
“Anggarannya kita sedang mengusulkan dengan Kementerian PUPR,” katanya.
Pihaknya sudah mengusulkan anggaran sebesar Rp 334 miliar. Kedepan, pengelolaan Pasar Induk tetap dikelola oleh Pemko Batam.
“Kita akan membentuk UPT. Karena cakupannya sudah mulai besar. Supaya pelaksanaannya lebih matang,” katanya.
Ia melanjutkan kios di Pasar Induk Jodoh ini nantinya lebih diprioritaskan kepada PKL yang lama dan sudah terdata sejak Desember 2017 lalu. Yakni sebanyak 1.808 orang.
“Mereka yang jadi prioritas utama. Mereka akan menempati apa yang akan mereka jual,” katanya.
Diakuinya rencana pembangunan ini sudah direncanakan sejak tahun 2018 lalu. Dengan maksud tujuan untuk menata PKL di sekitar Jodoh, Boulevard, Pasar Induk, Toss 3000 dan BCA.
“Tentunya dalam hal membangun ini, harus ada legalitas lahan. Alhamdulillah BP Batam telah memberikan hibah kepada kita 2 tahap. Tahap pertama 2018 sebesar 15 ribu meter persegi. Kemudian 2019, 5000 meter persegi,” katanya.
Ia menambahkan Pasar Induk memang dianggap penting. Kota Batam merupakan kota metropolis dan harus memiliki pasar induk.
“Sehingga bisa mengendalikan harga dan ada penyediaan barang pokok. Kami pun bisa mengontrol stok dan harga. Inilah tujuan kita,” katanya.(mzi)

