CENTRALBATAM.CO.ID, BATAM-Wali Kota (Wako) Batam, Muhammad Rudi meresmikan sejumlah paket pekerjaan Pemberdayaan Masyarakat Percepatan Infrastruktur Kelurahan (PM-PIK) Tahun 2017 yang tersebar di empat kelurahan di Kecamatan Bengkong. Atas seluruh proyek pembangunan yang terdiri dari pembangunan drainase, semenisasi jalan dan batu miring masyarakat Kecamatan Bengkong menyampaikan ucapan terimakasih kepada Pemerintah Kota (Pemko) Batam.
Seperti yang disampaikan oleh Ketua RW 18 Kelurahan Bengkong Sadai, Bambang. Jalan lingkungan di RT 03 RW 18 Telaga Indah telah disemenisasi sepanjang 100 meter. Peresmian jalan ini ditandai dengan pengguntingan pita dan pemotongan tumpeng oleh Wali Kota Batam Muhammad Rudi didampingi Kepala Dinas Perhubungan Kota Batam, Yusfa Hendri.
“Pemotongan tumpeng ini sebagai salah sau bentuk syukur dari warga karena jalan kami telah disemenisasi. Kami harap ke depan pembangunan infrastruktur melalui PIK terus meningkat terutama untuk membangun drainase,” ujarnya meminta kepada Wali Kota.
Hal lain yang disampaikan masyarakat agar pembangunan melalui PM-PIK dapat dilakukan secara merata di kelurahan yang ada di Bengkong. Mengingat masih banyak jalan lingkungan, drainase yang masih rusak sehingga menyebabkan banjir. Warga Bengkong juga mendukung penuh pembangunan infrastruktur yang dilakukan oleh Wali Kota. Menurut mereka apa yang dilakukan Wali Kota untuk kepentingan masyarakat Kota Batam meskipun ada warga yang dikorbankan.
Menanggapi apa yang disampaikan oleh seluruh warga di empat kelurahan tersebut Wali Kota Muhammad Rudi berkomitmen untuk meningkatkan anggaran PM-PIK setiap tahunnya. Tahun anggaran 2017 Pemko Batam menganggarkan Rp 1 miliar untuk PM-PIK, tahun 2018 meningkat Rp 1,3 miliar per kelurahan. Direncanakan pada tahun 2019 akan datang dianggarkan Rp 1,3 miliar. Hingga berakhir masa jabatannya pada 2021 akan datang, anggaran PM-PIK ditargetkan Rp 1,8 miliar tiap kecamatan. Meningkatnya anggaran PIK setiap tahun diharapkan dapat terjadinya pemerataan pembangunan infrastruktur di kelurahan terutama di Kecamatan Bengkong.
“Pembangunan infrastruktur ini harus merata. Saya ingin jalan lingkungan ini selesai sebelum habis masa jabatan saya. Jadi Batam ini menjadi kota yang betul-betul indah. Bukan hanya jalan utamanya saja yang bagus, jalan-jalan perumahannya pun sudah bagus,” kata Rudi.
Rudi mengatakan pada tahun 2019 mendatang akan membangun jalan dari Bengkong Garama menuju Golden Prawn. Ini dilakukan untuk memajukan Bengkong sehingga berpengaruh pada perekonomian masyarakat. Tahun 2018, Pemko Batam akan membangun jalan dari Simpang Kuda Sei Panas menuju Bengkong Seken. Apa yang dilakukan ini menurutnya demi kepentingan masyarakat Kota Batam bukan kepentingan pribadi. Untuk PM-PIK diakuinya lebih mengutamakan pembangunan semenisasi jalan dan drainase.
“Jika jalan sudah bagus dan drainase kiri dan kanan jalan berfungsi maka lalu lintas orang dan barang akan lancar, ini tentu berpengaruh pada perekonomian Bapak, Ibu,” jelasnya.
Untuk jalan-jalan utama di Kota Batam, harapannya dalam lima tahun menjabat seluruh jalan utama selesai dibangun. Dengan demikian orang akan ramai berkunjung ke Batam yang berdampak kepada peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) Kota Batam. Rudi menargetkan angka kunjungan wisatawan mancanegara yang selama ini 1,5 juta setiap tahun meningkat menjadi 3 juta. Dengan begitu uang masuk ke Kota Batam semakin banyak, tidak hanya PAD yang meningkat namun masyarakat Kota Batam pun akan sejahtera.
“Ayo Bapak, Ibu pembangunan sudah sampai ke Bengkong. Pikirkan apa yang bisa dibuat, sehingga orang yang datang ke Batam menjadi semakin tertarik. Dalam waktu dua atau tiga tahun ke depan Pelabuhan Internasional akan pindah ke Bengkong. Peluang ini harus bisa ditangkap oleh warga Bengkong,” katanya.

