CENTRALBATAM.CO.ID, BATAM – Penerapan aplikasi PeduliLindungi, menjadi salah satu syarat strategis perhotelan dan restoran untuk bertahan di tengah pandemi.
Mesk Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) telah menerapkan PPKM Level 1, para pelaku usaha masih berjuang untuk menghidupkan kembali geliat pariwisata di Kepri.
Sejumlah pelaku usaha perhotelan pun menerapkan beberapa program yang diinisiasi oleh Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kepri.
Selama hampir setahun lebih, tempat-tempat wisata serta restoran dan terutama perhotelan, sempat mengalami kelesuan akibat jumlah wisatawan yang berkurang drastis.
Sekretaris PHRI Kepri, Yeyen Heryawan, mengungkapkan, salah satu strategi perhotelan dan restoran untuk bertahan di tengah pandemi ialah dengan mengikuti aturan pemerintah dalam penerapan aplikasi PeduliLindungi.
Sejumlah usaha perhotelan dan restoran yang tergabung dalam PHRI Kepri hampir seluruhnya telah menerapkan QR Code dalam aplikasi tersebut untuk bertransaksi atau melayani para pengunjung yang datang.
“Kami harapkan selain destinasi seperti mal dan tempat wisata, hotel dan restoran juga bisa menerapkan penggunaan aplikasi PeduliLindungi untuk membantu tracing dan tracking di tengah pengunjung,” kata Yeyen, Selasa (12/10/2021).
Selain itu, dalam rangka membangkitkan kembali gairah pariwisata, pihaknya juga akan mengembangkan website resmi PHRI Kepri. Di dalam web ini nantinya akan termuat berbagai informasi seputar destinasi pariwisata, perhotelan dan restoran, hingga promo-promo menarik yang dapat dinikmati wisatawan.
Menurut Yeyen, kegiatan promosi adalah salah satu aspek penting yang dapat mendorong bertambahnya minat masyarakat dalam berwisata. Di samping menampilkan aneka promo dalam web resmi, PHRI Kepri juga akan bergabung dalam event-event pariwisata, seperti Kepri Vacation Expo yang rencananya akan dimulai pada 30 Oktober 2021 mendatang.
“Kami akan buat web, isinya promosi hotel-hotel yang ada di Kepri. Juga akan ada informasi lowongan kerja bagi tenaga kerja perhotelan, sehingga dapat berdampak terhadap berkurangnya pengangguran,” ujar Yeyen.
Untuk menyukseskan kembali sektor pariwisata, PHRI Kepri juga mendorong perusahaan-perusahaan dan perhotelan untuk bergabung sebagai anggota. Yeyen mengungkapkan, akan ada manfaat (benefit) bagi para anggota perhotelan dan restoran se-Kepri.
Adapun jumlah hotel di Batam sendiri mencapai 200 unit dan sekitar 1.000 lebih jumlah restoran yang beroperasi. Dari total tersebut, jumlah anggota PHRI Kepri masih berkisar 30 persennya.
“Kami mengimbau seluruh pengusaha, boleh bergabung ke PHRI. Benefitnya banyak, yang jelas kami akan perjuangkan hak-hak dan kewajiban kita,” tambah Yeyen. (dkh)

