CENTRALBATAM.CO.ID, BINTAN –Apa yang dilakukan oleh Ikatan Keluarga Besar Banyuwangi (Ikawangi) Kepri ini patut di contoh oleh persatuan lain yang ada di wilayah Kepri. Pasalnya, akibat pandemic covid-19 memperkecilkan ruang gerak export dan import bahan-bahan makanan,
Kecilnya ruang gerak export import ini jadikan sebuah peluang oleh Ikawangi Kepri untuk membantu pemerintah menjaga ketahanan pangan di wilayah Kepri pada umumnya, dan Bintan pada khususnya.

“Seperti kita ketahuai, di tengah pandemic covid-19, ruang gerak export – import bahan makan agak sulit. Untuk itu, kami berinisiasi menanam bibit lele dan ikan nila. Tujuannya untuk membantu pemerintah meningkatkan ketahanan pangan di tengah pandemic ini,”ujarnya, Senin (12/10/2020).
Inisiasi pembuatan kolam ikan ini, lanjutnya, bermula saat Ikawangi melakukan pertemuan untuk menjaga kerukunan serta kekompakkan bersama masyarakat Banyuwangi. Dari pertemuan yang juga dihadiri oleh Pengawas Ikawangi, Kepri , Beni Agus Setiawan itu muncul ide agar pertemuan lebih banyak hal-hal positif dan bermanfaat untuk anggota, masyarakat serta pemerintah.
“Kebetulan, kami teringat saat Pak Presiden kita, Joko Widodo beberapa waktu lalu meminta agar ketahanan pangan guna mengatasi krisis akibat covid-19. Jadi salah satu yang kami lakukan dengan bertenak ikan lele dan nilam,”paparnya.
Pemilihan ikan Lele dan Nilam ini sebagai bahan lantaran kedua jenis ikan ini sangat cepet dipanen dan juga berkembang biak. Selain itu, kedua jenis ikan ini paling banyak digemari oleh masyarakat Indonesia di manapun.

“Kalau alasan kenapa ikan lele karena jenis ikan ini paling cepat panen. Begitu juga ikan nilam yang bahkan paling cepat berkembang biak. Dan lagi kedua jeni ikan ini paling banyak digemari,”ungkapnya.
Pengawas Ikawangi Kepri, Beni Agus Setiawan menambahkan, apa yang telah dilakukan oleh Ikawangi ini ke depan bisa mendapat perhatian dari pemerintah setempat.

“Yang kawan-kawan kita (Ikawangi) lakukan ini sangat baik. Terlebih kedepannya, dari hasil panen itu akan dilakukan bakti sosial membantu masyarakat yang benar-benar membutuhkan,”timpalnya.
Lebih lanjut ia menjelaskan, saat ini pihaknya bersama masyarakat Bayuwangi sudah membuat sebanyak 4 kolam. Rencanya, akan dibuat Sembilan kolam pada tahap awal ini.
“Lokasinya, di Topaya Selatan, saat ini kami sudah membuat 4 kolam. Rencana akan kami buat 5 kolam lagi, jadi total semua nanti ada Sembilan kolam,”akunya. (Ndn)

