BERBAGI
Leo Anggra Saputra

CENTRALBATAM.CO.ID, BATAM – Wakil Ketua Pansus LKPJ Walikota Batam 2019, Leo Anggra Saputra mengakui untuk pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) ini pihaknya akan fokus membahas tunda bayar. Hal ini lantaran DPRD Kota Batam menilai tunda bayar sudah seperti program unggulan di Pemerintah Kota (Pemko) Batam.

Apalagi, lanjut Leo, jumlah tunda bayar di Dinas Bina Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBM SDA) Kota Batam ini cukup besar. Mencapai Rp 39 miliar dan pihaknya tak mengetahui program mana saja yang ada tunda bayar. Dikhawatirkan di program prioritas. Harusnya tidak boleh.

“Bina marga tunda bayarnya sekitar Rp 39 milar lebih. Kita pengen tahu penyebab dan masalah dari tunda bayar ini apa,” tegas Leo, Selasa (12/5/2020).

Leo melanjutkan pihaknya ingin mengetahui jelas apakah tunda bayar ini dilakukan karena asumsi dari pendapatan tak tercapai. Atau perencanaan yang buruk dari dinas.

“Kita kasihan sama pihak ketiga seperti kontraktor. Mereka jadi tak dibayarkan karena tunda bayar ini. Seharunya kalau dalam manajemen ekonomi jangan besar pasak daripada tiang,” katanya.

Dalam presentasinya, Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBM SDA) Kota Batam, Yumasnur mengatakan pada 2019 ini dialokasikan pada APBD-P sebesar Rp.293.252.600.973,20.

“Terdiri dari 6 program dengan 44 kegiatan. Belanja barang dan jasa Rp.43.480.051.746 dan belanja modal Rp 249.772.549.227,” ujar Yumasnur.

Adapun rincian program sebagai berikut, program pembangunan, peningkatan, pemeliharaan jalan dan jembatan/pelantar sebesar Rp.197.376.990.221,20, Program peningkatan sarana dan prasarana kebinamargaan Rp.33.472.381.882, program pengendalian banjir dan perbaikan jaringan pengairan Rp.31.184.039.084.

Selanjutnya program pembangunan infrastruktur dan sarana prasarana hinterland Rp.7.387.462.630, program pelayanan administrasi perkantoran Rp.23.275.466.286, program peningkatan sarana dan prasarana aparatur Rp.556.260.870.

Realisasi fisik dan keuangan kondisi sampai dengan 2019 adalah sebagai berikut, realisasi fisik 100 persen, realisasi keuangan 80,95 persen (Rp.237.386.428.146) dan besar tunda bayar 2019 Rp.39.274.227.353.(dkh)

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY