CENTRALBATAM.CO.ID, BINTAN –Sekretaris DPD Partai PAN Bintan, Eddy Tiawarman mengaku miris pengeringan opini yang seolah-olah PAN ditarik oleh kubu Apri Sujadi. Padahal, pada kenyataannya, sejak bulan juli 2020 lalu PAN Bintan telah memutuskan memberikan dukungan pada pasangan Apri Sujadi.
“Sebenarnya saya miris PAN disebut ditarik oleh kubu Apri Sujadi. Karena tidak lah demikian,”ujarnya memulai pembicaraan dengan media ini, Rabu (9/9).
“Sebelumnya saya ceritakan kronologis dukungan PAN terhadap Apri Sujadi. Pada bulan Juli 2020, kami pernah rapat kepengurusan inti, semuanya rapat di tempat saya, Kawal. Di sana kami membuat suatu kesempakatan arah politik. Dan di rapat Pleno itu terjadi kesepakatan ke arah Apri Sujadi,”tambahnya menjelasnya.
Usai mendapat kesepakatan itu, lanjut pria yang juga anggota DPRD Bintan itu, PAN Bintan membawa hasil rapat itu ke DPP PAN. Lalu pada tanggal 28 Agustus 2020 PAN pusat mengeluarkan surat dukungan untuk pasangan Apri Sujadi dan Robby Kurniawan.
“Namun entah bagaimana kejadiannya, pada tanggal 3 keluar pembatalan dukungan terhadap Apri-Roby dan beralih mendukung Awe-Dalmasri. Dan ini kami benar-benar tidak tahu kok bisa lantaran belum pernah ada pemberitahuan ke kami (PAN Bintan),”bebernya.
Setelah keluar surat pembatalan, lanjutnya lagi, dari Pusat kembali mengeluarkan surat dukungan ke pasangan semula. Dan itu terjadi katanya, bisa saja karena PAN pusat hasil rapat pleno awal.
“Untuk itu, harapan kami berharap pada masyarakat agar hal ini tidak menjadikan polemik berpekepanjangan dengan ada penjelasan hal ini. Karena pertimbangan kami, pak Apri sudah cukup bekerja semaksimal mungkin selama memimpin Bintan yang kita cintai ini,”ungkapnya.
Ditanya kenapa dari awal memberikan dukungan ke Apri Sujadi, ia mengaku Apri Sujadi selama memimpin Bintan telah menunjukan perkembangan hingga 70 persen. “Yang tahu kinerja kan PAN Bintan, dan itu yang membuat PAN Pusat memberikan dukungan ke Apri Sujadi,”timpalnya.
Lebih lanjut ia mengatakan, salah satu yang terkesan PAN dengan kinerja Apri Sujadi adalah saat keterpurukkan ekonomi akibat pandemic covid-19. Dimana, saat di berbagai wilayah Indonesia terjadi kekeliruan dalam menyalurkan bantuan, Bintan malah dapat diapresiasi.
“Pak Apri Sujadi sebagai Bupati ia menyalurkan blt tanpa potongan dan bahkan RT/RW membawa uang itu ke rumah warga,”salutnya.
Sebagai manusia, Apri Sujadi juga memiliki kekurangan, untuk itu Eddy berharap Apri Sujadi jika kembali terpilih dapat meneruskan pembangunan di Bintan yang dianggap kurang merata. Kemudian, jika ada janji yang belum selesai pada masyarakat agar dapat diselesaikan pada periode kedua kalinya.
“Dan sebagai wakil masyarakat, saya berpesan kepada Pak Apri jika terpilih untuk kedua kalinya dapat memuaskan hati masyarakat yang kurang puasa pada periode pertama,”pungkasnya. (Ndn)

