CENTRALBATAM.CO.ID, BATAM – Kehadiran ojek berbasis online alias Go-Jek, seakan menjadi bara api dalam keseharian tukang ojek pangkalan yang mengais rezeki di kota Batam.
Dampaknya, cukup banyak perseteruan dan aksi saling hujat yang terjadi antar keduanya.
Kian memanas, ratusan tukang ojek pangkalan akhirnya mendatangi kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Batam pagi tadi.
Kedatangan massa ke kantor dinas tersebut untuk mempertanyakan kejelasan izin dan meminta ketegasan pemerintah terhadap operasi Go-Jek yang dianggap merampas mata pencaharian para ojek pangkalan.
“Kami mau Go-Jek disetop operasinya. Ini sungguh meresahkan bagi kami tukang ojek pangkalan,” teriak sang orator.
Di lokasi, puluhan personel kepolisian tampak berjaga. Sementara Kepala Dinas Perhubungan (Ka. Dishub) Batam, Yusfa Hendri juga tampak di lokasi dan medengar aspirasi massa.
Dalam penyampaiannya, Yusfa Hendri tampak memberi kesan tak sedap bagi seluruh massa.
Bukannya memberi jawaban yang memuaskan, Kepala Dinas Perhubungan (Ka. Dishub) Kota Batam, Yusfa Hendri malah meminta perwakilan massa untuk lebih terfokus dan dapat menyampaikan aspirasinya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Batam.
“Tidak gampang untuk menengahi persoalan ini, kami minta untuk segera mengajukan RDP ke dewan. Biar nanti dewan dapat mengambil sikap dan meneruskan aspirasi bapak-bapak sekalian ke Pemerintah Provinsi (Pemprov). Setelah itu, barulah bisa diajukan ke Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo). Untuk saat ini, saya tidak bisa berbuat banyak. Jadi tolong dihadapi dengan kepala dingin,” kata Yusfa.
Mendengar perkataan Yusfa yang tak memberikan titik terang, ratusan tukang ojek pangkalan kembali rusuh dan meneriaki orang nomor satu di kubu dishub Batam ittu.
“Omongan bapak cuma bisa mengenakan hati kami saja. Ujung-ujungnya tidak ada juga penyelesaian yang berpihak kepada kami. Kemarin rapat bersama DPRD, Pihak Kepolisian, Walikota, hasilnya sama. Tidak ada penyelesaian,” teriak massa.
Pihaknya menegaskan, jika dalam waktu dekat persoalan tersebut tidak mendapat jalan penyelesaian, aksi yang lebih besar bakal terjadi.
“Kalau begini terus, siap-siap menunggu aksi kami yang lebih besar, Kami butuh makan dan Go-Jek merampas lahan penghasilan. Jangan biarkan ini terus berlanjut, bagaimana kelanjutan nasib kami?” tuntut sang orator.

