BERBAGI
Puluhan calon pasien pemegang kartu BPJS Kesehatan di RSUD Kecamatan Mandau yang kebanyakan dipulangkan oleh pegawai dan sekuriti yang bertugas | Foto : Ned

CENTRALBATAM.CO.ID, DURI – Puluhan calon pasien pemegang kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan di Kota Duri ‘gagal’ berobat, Kamis (22/12/2016) lalu di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kecamatan Mandau, Duri, Riau.

Gagalnya puluhan calon pasien yang hendak berobat ini diketahui lantaran diterapkannya peraturan, yang menyatakan pembatasan penerimaan ‎warga yang hendak berobat.

Ramlin Siregar, salah seorang warga Duri yang tinggal di Jalan Sudirman ini turut menjadi salah satu calon pasien yang mendapatkan dinginnya pelayanan dari para petugas yang ada.‎

“Iya, semalam saya daftar. Ada keluhan penyakit dan memang sudah diminta oleh dokter yang menangani agar segera datang. Tapi, setelah saya letak berkas BPJS Kesehatan di meja pendaftaran, saya malah disuruh pulang,”‎ kata Ramlin, saat ditemui tim Central Batam.

“Bukan cuma saya, masih banyak juga yang dipulangkan,” imbuhnya.‎

Adapun alasan penolakan dan dipulangkannya puluhan calon pasien pemegang kartu BPJS Kesehatan itu, diketahui karena telah penuhnya nomor antrean yang hendak ditangani lebih lanjut.

“Kata petugasnya, nomor antre sudah penuh. Saya minta untuk diperlihatkan, dan saya lihat sendiri untuk keluhan penyakit dalam itu hanya tercatat 20 pendaftar saja. Itupun sudah di klaim kepenuhan,” bebernya.

Hal yang lebih parah, lanjutnya, ke-20 peserta yang telah mendaftar dan dicatatkan namanya itu ternyata telah mendaftar sejak Rabu (21/12/2016) dini hari lalu.

Setelah mendaftar di Rabu, 20 pendaftar tersebut barulah ditangani pada Kamis (22/12/2016) siang lalu.

“Ini jelas-jelas mengecewakan. ‎Daftarnya Rabu, dilayani Kamis. Daftarnya Kamis, dilayani Jumat. Bahkan ada pula yang daftar sejak Rabu, tapi dilayaninya baru pagi ini (Jumat, 23/12/2016 red). Bagaimana ini sebenarnya? Kita bayar loh,” ucapnya kesal.

Dengan pelayanan yang diklaim puluhan warga sangat bobrok itu, pengalaman sesal mendalam tampak sangat dirasakan.

Selain Ramlin, Liana, salah seorang calon pasien lainnya juga mengeluhkan pelayanan yang sangat memprihatinkan itu.

Liana menuturkan bahwa merosotnya pelayanan di RSUD Kecamatan Mandau, khususnya bagi peserta BPJS Kesehatan disinyalir karena diterapkannya berbagai peraturan yang seakan tidak efektif.

“Iya, kemarin itu semua masih dilayani. Sekarang sudah dijatah-jatah begitu, nah yang belum terdaftar itu terpaksa pulang lah. Kan kasihan,” ucapnya.

Pantauan di RSUD Kecamatan Mandau, jalan Stadion, Duri, Riau, ratusan calon pasien telah memadati seluruh ruang tunggu yang ada. ‎Kepadatan tersebut terpantau telah terjadi sejak Jumat (23/12/2016) pagi tadi, sekitar pukul 06.30 WIB.

Loket pendaftaran calon pasien yang masih tutup dan tak kunjung dibuka | Foto : Ned
Loket pendaftaran calon pasien yang masih tutup dan tak kunjung dibuka | Foto : Ned

Tidak berbanding lurus dengan kepadatan calon pasien, jajaran staf, dokter, bahkan resepsionis pusat pelayanan kesehatan tersebut tampak belum berada dilokasi hingga sekitar pukul 07.30 WIB.

Faktanya, loket pendaftaran yang disediakan pihak rumah sakit itu masih bertuliskan ‘tutup’ dan membuat seluruh calon pasien menggerutu dan kesal tak tentu arah.

“Entahlah, sudahlah daftarnya susah, pelayanannya hancur, pegawainya pun lamban. Tolong lah pihak-pihak terkait agar sistem di RSUD ini lebih diperbaiki lagi, kami, warga sudah capek dilayani seperti ini,” harap Ramlin.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY