BERBAGI
Gubernur Kepri Nurdin Basirun menekan tombol serine tanda launching program pemutihan pajak kendaraan bermotor dan biaya balik nama, di Graha Kepri, Jumat (4/5/2018)

CENTRALBATAM.CO.ID, BATAM-Gubernur Kepri Nurdin Basiun resmi melauching pemutihan terhadap denda pajak kendaraan bermotor (PKB), pembebasan bea balik nama kedua (BBN-KB), dan keringanan tunggakan pokok pajak kendaraan bermotor 50 persen. Launching tersebut berlangsung di depan kantor Samsat Batam Center, Jumat (4/5/2018).

Launching program pemutihan PKB dan BBN-KB dari Pemprov Kepri ini ditandai dengan menekan tombol serine. Kegiatan yang dihadiri oleh Kapolda Kepri yang diwakili oleh Direktur Lalu Lintas Polda Kepri, Yully Kurniawan, Kepala Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah Provinsi Kepri, Reni Yusnelli, Kepala Cabang PT Jasa Raharja Kepri, Dwi Sasono, Pemimpin BNI Kantor Cabang Batam, Adi T Nugroho, General Manajer Regional 6 Bank Bukopin, Iman, berlangsung di halaman depan Graha Kepri.

Gubernur Kepulauan Riau, Nurdin Basirun mengakui  program pemutihan PKB dan BBN-KB  tersebut merupakan bentuk inovasi pemerintah dalam pelayanan publik. Dia berharap agar masyarakat memanfaatkan waktu ini.

“Ada tiga keringanan yang sudah diberikan, maka kepada masyarakat manfaatkanlah,” katanya.

Nurdin mengharapkan kepada masyarakat yang masih memiliki kendaraan dengan plat BM, B dan lainnya, secepatnya diubah ke BP.

“Jangan sampai tidak mengurus biaya balik nama. Mari kita bersinergitas membangun Kepri ini melalui program pemutihan PKB dan BBN-KB,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Badan Pengelola Pajak dan Retrebusi Daerah (BP2RD), Reni Yusnelli mengharapkan program pemutihan PKB dan BBN-KB yang baru saja di Launching oleh Gubernur Kepri bisa tersosialisasi dengan baik ke masyarakat. Sehingga tujuan ini tersampaikan, dan keringanan tersebut dapat dirasakan.

“Ada keringanan 50 persen, denda dihapuskan dan lainnya. Gunanya apa agar mereka semua bisa membayar pajak,” ujar Reni.

Tujuan lainnya dengan program ini bisa melengkapi dam mengupdate data base.

“Jadi yang sebelumnya data tidak lengkap, dengan program ini bisa dilengkapi lagi. Program ini tidak dibatasi kuotanya. Kalau bisa sebanyak-banyaknya. Bisa datang ke Kantor Samsat, Samsat berjalan, di BCS. Jadi diberikan kemudahan,” katanya.

Untuk mengganti plat kendaraan atau memperpanjang STNK harus langsung di kantor Samsat. Karena harus melakukan pengecekan kendaraan. (*)

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY