CENTRALBATAM.CO.ID, BATAM – Kebakaran lahan dan hutan (Karahut) kembali meningkat di Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar), Senin (12/9/2016) sore lalu.
Terpantau dari Citera Satelit Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stsiun Hang Nadim, Batam. Sebanyak 417 titik api atau hotspot terpantau aktif di Provinsi Kalbar.
Dari 417 titik api itu, sebanyak 168 titik dengan akurasi 81-100%, 119 titik api dengan akurasi 71-80%, 84 titik api dengan akurasi 61-70%, serta 46 titik api dengan akurasi 51-60% hingga seluruhnya ada 417 titik api.
Selain itu, di Sumatera (Riau) juga terpantau ada 9 titik api dengan akurasi 51-60% sebanyak 3 titik, 61-70% sebanyak 4 titik dan 71-80% sebanyak 2 titik. Tidak satupun titik api di Sumatera yang terpantau masuk kode akurasi 81-100%.
Untuk di Wilayah Pulau Jawa, terpantau sebanyak 6 titik api dengan akurasi 51-60% sebanyak 2 titik api, 61-70% sebanyak 3 titik api dan 71-80% sebanyak 1 titik api.
Senada dengan kondisi Karlahut di Sumtera, di Jawa juga tidak terdapat satu pun titik api dengan akurasi mencapai 81-100%.

