CENTRALBATAM.CO.ID, TANJUNGPINANG-Kampanye imunisasi Measles dan Rubella (MR) Fase II tahun 2018 tetap digelar, meskipun Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Kepri mengeluarkan surat erdaran terkait vaksin rubella yang dianggap haram, Rabu (1/8/2018).
Sekolah Pelita Nusantara Tanjungpinang, misalnya menjadi tempat kampanye MR, yang dihadiri langsung istri Gubenur Kepri Noorlizah Nurdin, Penjabat Wali Kota Tanjungpinang Raja Ariza, Sekdako Tanjungpinang Riono serta pejabat Pemprov Kepri dan Pemko Tanjungpinang.
“Kampanye MR ini berlangsung dua bulan, selama Agustus – September 2018,” kata Rustam kepala Dinkes Tanjungpinang memberikan laporan kegiatan.
Rustam, menerangkan tahap pertama pelaksanaan imunisasi MR ini dilakukan pada anak-anak di semua sekolah PAUD, TK, SD, SMP dan SMA sederajat pada Agustus. Tahap ke dua dilaksanakan di Posyandu, Puskesmas dan Rumah Sakit.
“Sasarannya adalah semua anak laki-laki dan perempuan dari usia 9 bulan sampai 15 tahun. Jumlah sasaran mencapai 56.031 anak,” rinci Rustam.
Penjabat Wali Kota Tanjungpinang Raja Ariza meminta semua pihak untuk mendukung kampanye ini. Tujuannya adalah anak-anak Kepri bisa terhindar dari campak dan rubella.
“Karena dampak dari campak dan rubella ini sangat luar biasa,” tegas Raja.
Hal senada juga disampaikan istri Gubernur Kepri Hj Noorlizah Nurdin. Dia berharap agar imunisasi MR ini bisa diwujudkan sebesar 95 persen.
“Kita pasti bisa, kita harus bisa,” kata Noorlizah.
Sementara, MUI Kepri benar-benar mengeluarkan surat edaran terkait vaksin rubella. Surat edaran tersebut diterbitkan setelah semua pengurus MUI Kepri menggelar rapat di Batam untuk membahas permasalahan tersebut.
“Benar. Itu surat edaran berasal dari MUI Kepri setelah pengurus menggelar rapat pada Sabtu (28/7) lalu,” kata Edi Syafrani, Sekretaris MUI Kepri.
Edi menegaskan, surat edaran tersebut terbit untuk mengantisipasi penggunaan vaksin rubella oleh warga. Dia memastikan vaksinasi baru bisa dilakukan warga setelah 8 Agustus 2018 nanti.
“Surat dari MUI Pusat menyatakan vaksin baru bisa dilakukan satelah tanggal itu. Saat ini Kemenkes RI sedang berkoordinasi dengan MUI Pusat,” katanya.

