BERBAGI
‎Sales area head PGN Batam, Amin Hidayat menyerahkan secara simbolis konverter kit BBG kepada Sekda Kota Batam, Jefridin

CENTRALBATAM.CO.ID, BATAM-PT PGN menyerahkan secara simbolis konverter kit kepada Pemerintah Kota (Pemko) Batam dan sopir taksi di Kota Batam, Rabu (30/8/2017) siang di PIH.

‎Pendistribusian dan pemasangan konverter kit ini, sesuai Surat Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia (ESDM) No.8103.K/12MEM/2016 tanggal 30 Desember 2016 , maka PGN dibantu oleh PT Gagas Energi Indonesia selaku anak perusahaan yang mengoperasikan SPBG dan PT Autogas.

‎Sebanyak 300 konverter kit didistribusikan di Batam, dimana 106 konverter kit tersebut diperuntukan bagi mobil dinas di Pemko Batam. Dan 194 sisanya untuk taksi yang beroperasional di Batam.

“Nanti kalau bisa mobil pak wali yang pertama. Yang jelaskan ketika kita sudah menggunakan gas ini terjadi efisiensi 20 sampai 40 persen. Efisiensi kan bagian program pak wali. Kebijakan strategis nanti pak wali lah, mobil mana saja yang akan dipakaikan alat ini,” ujar Sekda Kota Batam, Jefridin saat menghadiri penyerahan secara simbolis tersebut.

Sebelumnya ada150 kendaraan dinas yang sudah diverifikasi untuk dipasangkan alat ini. Sementara itu, Sales Area Head PGN Batam, Amin Hidayat mengatakan ‎untuk mendapatkan konverter kit tersebut memang harus memenuhi persyaratan teknis.

“Bahan Bakar Gas inikan butuh mekanisme yang bisa langsung masuk ke sistem bahan bakar. Mobil tahun di atas 2012 yang bisa memakai. Kalau untuk taksi, persyaratan untuk mendapatkannya selain mobilnya di atas 2012 dan kalau si pemiliknya bersedia. Taksi di Batam ini ada ribuan, yang daftar pun banyak. Tapi harus memenuhi syarat teknis itu,” tutur Amin Hidayat.

Amin pun menyebutkan, konverter kit tersebut sebenarnya terbuka bagi masyarakat umum yang lain. Ia mengatakan bagi yang menginginkan konverter kit bisa membelinya dengan harga sekitar Rp 15 juta.

“Terbuka untuk semua, enggak cuma taksi atau kendaraan dinas. Kalau ada yang berminat juga bisa langsung beli,” kata Amin.

Amin mengatakan selama ini pihaknya sudah melakukan trial penggunaan konverter kit kepada beberapa sopir taksi. Dari para sopir taksi tersebut mengakui adanya efisiensi dengan menggunakan gas.

“Sopir taksi cerita, kerja delapan jam, dapat Rp 50 ribu. Sejak pakai gas, bisa Rp 60 ribu sampai Rp 70 ribu. ‎Jadi pilihannya si sopir bisa tambah keuntungan, atau menghemat jam kerja dengan penghasilan yang sama. Untungnya lagi, di Batam inikan jarak jangkauannya pendek. Agak sedikit berbeda dengan Jakarta yang jaraknya jauh-jauh dan macetnya,” tutur Amin.

‎Saat inipun SPBG sudah tersedia di Batam. Amin mengatakan, jika dengan delapan jam operasional saja, SPBG tersebut mampu mengisi 480 kendaraan.

‎Amin menyebutkan total tahun ini, PGN menyerahkan sebanyak 2.021 konverter kit di 12 lokasi SPBG dan MRU di beberapa wilayah di Indonesia.

Diharapkan dengan sosialisasi ini, calon penerima konverter dapat memahami mengenai manfaat, keamanan dan efisiensi dari penggunaan konverter kit bagi kendaraannya.

Konverter kit yang akan dibagikan mempunyai sistem bi-fuel, sehingga calon penerima tidak perlu mengkhawatirkan kehabisan gas di ditengah jalan karena dapat di switch ke bbm.

Adapun manfaat dengan dipakainya konverter kit ini selain sebagai upaya mendukung program langit biru, penerima bantuan juga dapat menghemat pengeluaran biaya energi kendaraannya karena setara per liter harga gas untuk kendaraan di SPBG PGN Batam adalah Rp 4500/lsp.

“Pengguna akan mendapatkan manfaat efisiensi dari digunakannya konverter kit, 1 tahun penghematan yang bisa dicapai adalah Rp 1,5 juta, atau 20 persen- 40 persen dibanding bbm non subsidi,” kata Amin Hidayat.

Selain di Batam, Kementerian ESDM juga menugaskan pembagian konverter ini di wilayah Jawa Timur, DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Lampung.

“Selain ramah lingkungan, program ini juga merupakan upaya diversifikasi energi juga menyukseskan program bauran energi yang dicanangkan pemerintah,” kata Amin.

Sebagai informasi saat ini terdapat tiga jenis produk gas bumi terintegrasi milik PGN yang dapat digunakan oleh masyarakat dan industri. Ketiga produk tersebut adalah GasKita untuk residensial dan usaha kecil, Sinergi untuk industri dan pembangkit listrik, serta GasKu untuk pelanggan transportasi dimana di Batam melayani di SPBG Batam center.

Hingga tahun 2017, PGN membuktikan komitmennya sebagai BUMN yang fokus kepada penyaluran gas bumi. PGN telah berhasil membangun infrastruktur yang lebih baik, salah satunya dengan menambah jaringan pipa gas hingga 7.282 kilometer atau setara dengan 80 persen dari infrastruktur gas bumi di Indonesia.

Dengan kesiapan infrastruktur gas bumi tersebut, PGN menyalurkan gas bumi secara langsung kepada 151.293 pelanggan domestik yang terbagi menjadi 1.658 pelanggan industri manufaktur berskala besar dan pembangkit listrik; sebanyak 1.927 pelanggan sektor UMKM, komersial, hotel, rumah sakit, restoran, hingga rumah makan; serta 147.708 pelanggan rumah tangga. Pelanggan PGN tersebut tersebar pada 12 provinsi di Indonesia. Saat ini PGN telah menyalurkan gas bumi secara keseluruhan sebesar 747,42 BBTUD yang menjangkau 19 kota di Indonesia.‎(r/ctb)

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY