BERBAGI
Ilustra Manusia Kuda dan Pesta makhluk halus

CENTRALBATAM.CO.ID, BINTAN –Keindahan alam Sengsong di pulau Mapur, Bintan memang tiada duanya. Selain air lautnya yang jernih dan pasir putih yang sangat memesona, serta bebatuan yang berdiri sepanjang pantai membuat setiap mata terbelalak saat memandang.

Apalagi pepohonan yang ada disana bisa dikatakan belum ditersentuh oleh tangan manusia. Hal ini membuat kawasan tersebut mengesankan.

Namun, dibalik keindahan pantai dan pepohonan yang diperkirakan berumur hingga ratusan tahun itu tersimpan berbagai misteri.

Berdasarkan penuturan seorang pria, Basirun, yang dipercaya warga Mapur salah satu orang pintar atau paranormal di pulau itu, pulau Sensong merupakan tempat angker. Pasalnya ditempat itu merupakan tempat pesta pora para makhluk halus.

Baca Juga:  Kodim 0315 Bersama Asparnas Kepri Melakukan Kegiatan Fogging

Basirun menceritakan, ditempat itu ada dua jenis makhluk halus yang sering kali berpesata atau mengadakan acara layaknya manusia biasa. Pertama makhluk halus manusia berkepala kuda, kemudian arwah 9 orang Vietman yang terdampar pada antara tahun 1984 hingga 1986.

“Pesta mereka (makhluk halus) seperti manusia juga. Kadang pesta nikah, kadang makan bersama, hingga pesat pora layaknya kita (manusia),” kata Basirun, Minggu (14/5).

Basirun menceritakan, keberadaan arwah orang Vietnam ditempat itu karena pada tahun tersebut, peperangan Vietnam dengan Kamboja memuncak. Sehingga membuat masyarakat disana tidak betah dan lari ke Indonesia.

“Pertama kali datang 29 orang dan selamat semua. Lalu pada tahun yang sama yakni antara 1984-1986, datang lagi 980 orang dan juga semua selamat. Kemudian mereka menyebar kewilayah Kepri. Ada yang pergi ke Batam, Bintan dan sebagainya,” kisahnya.

Baca Juga:  Tidak Kantongi IMB, Camat Katang Bidara Minta Dinas Perizina Blacklist Kotage Kwansend Dan Hasim

Kedatangan warga Vietnam ke Pulau Sengsong tidak sampai begitu saja. Tidak lama setelah kedatangan 980 orang, sebanyak 9 orang Vietnam kembali datang ke pulau ini. Sayang, karena ketakutan, akhirnya kapal mereka menabrak karang dan mengakibatkan anak kecil meninggal.

“Saat menabrak itu, anak kecil yang mereka bawa meninggal tenggelam. Kemudian yang dewasa sampai kedarat,” ujarnya.

Karena perjalanan jauh yang mereka tempuh, kisahnya lagi, orang dewasa tadi memakan buah paku yang mengandung racun. Tak lama setelah mengkonsumsi buah itu, mereka pun meninggal semua.

“Nah yang saat ini sering berpesta itu arwah yang ke 9 orang tadi,” katanya penuh meyakinkan.

Ditanya kisah hantu berbadan manusia yang berkepala kuda, ia mengaku merupakan penunggu pulau itu. “Kalau yang itu, sudah ada sejak pula ini terbentuk,” pungkasnya. (Ndn).

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY