BERBAGI

CENTRALBATAM.CO.ID, BATAM-Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam Muhammad Mikorj meminta para Jaksa dalam menyelesaikan tugasnya harus dilakukan secara profesional, cepat, dan berintegritas agar korps Adhyaksa disukai masyarakat.

Hal itu disampaikan Mikroj dalam apel peringatan Hari Bakti Adhyaksa ke-56 di halaman kantor Kejari Batam, Jumat (22/7/2016).

Mikoj meminta kepada para Jaksa dalam penetapan tersangka harus berhati-hati dan bersikap profesional apalagi jika diajukan gugatan prapradilan.

“Sebagai contoh penetapan seorang menjadi tersangka dan prapradilan harus disikapi dengan profesional dan hati-hati,” kata Mikroj.

Mikroj mengatakan sejak tahun 2015, ada sekitar 60 Jaksa dan pegawai yang tersangkut kasus narkoba, penggelapan, dan bolos kerja.

Dia mengingatkan para Jaksa untuk menjaga kehormatan dan profesi agar kejaksaan disenangi masyarakat.

Baca Juga:  Presiden Targetkan 5 Juta Tenaga Pendidik Dapat Vaksin Covid-19

“Kita sering kecewa dan sedih ketika ada yang tersandung kasus hukum baik narkoba dan korupsi. Pimpinan tidak akan mentoleransi bagi oknum Jaksa tersebut karena akan mencoreng nama martabat korps Adhyaksa,” ujarnya.

Mikroj mengimbau agar para Jaksa memiliki sikap disiplin, mandiri, dan tidak melakukan tindakan tercela agar kepecayaan masyarakat kembali kepada penegak hukum.

“Sekali nama kita terpuruk diperlukan energi dan waktu yang lama untuk mengembalikam kepercayaan masyarakat,” katanya.

Menurutnya, penyelesaian perkara harus dilaksanakan secara konsisten dan harus pikirkan sanksi apa bagi siapapun yang main-main dengan perkara korban dan perkara lainnya.

Mikroj mengingatkan jajarannya untuk tidak main-main dalam penegakan hukum. Dia meminta para Jaksa agar tidak sekali-kali melakukan pelanggaran hukum. Selain itu para Jaksa tetap menjaga integritasnya dalam penanganan perkara.

Baca Juga:  Hadiri Silahturahmi dengan Gubernur dan Wakil Gubenrur Kepri, Rudi: Bersama Wujudkan Kepri Lebih Maju

“Dengan tema kita junjung tinggi citra kejaksaan dengan kepedulian sosial kepada anggota dan masyarakat. Kita junjung tinggi dan menghindari kebatilan dan peran aparatur negara tidak dijadikan formil dan materi, tapi kaidah agama moral dan etika. Untuk itu untuk menjaga integritas dan merawat penting,” ujarnya.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

Tinggalkan Balasan