CENTRALBATAM.CO.ID, TPI โMeskipun tidak pernah ada perhatian dari Pemkot Tanjungpinang maupun Pemprov Kepri, Mayor Laut Istio terus berupaya menciptakan para pesilat tangguh. Buktinya, anak didik sang Mayor yang merupakan warga asli Tanjungpinang – Bintan itu mampu menembus dunia persilatan Malaysia dan Singpura.
Bahkan anak asuh sang Mayor itu, menjadi salah satu perwakilan Indonesia mengikuti SEA Games 2021 di Vietnam.
โIya benar, ada anak didik kami yang bakal ikut serta SEA Games di Vietnam pada tahun 2021 ini. Dia ini merupakan satu-satunya perwakilan atlet silat di Kepri ini. Namanya, Anugrah Khafis Egi Riansyah,โ ujar Istio saat ditemui ditemui di kantornya, Pangkalan Udara Angkatan Laut 1 Tanjungpinang, Kamis (1/10/2020).
Ia menjelaskan, menciptakan seorang bintang silat tidak lah mudah. Pasalnya, selain butuh ketekunan dan kesabaran serta harus memiliki jiwa patriot agar yang dilatih bisa menyerap berbagai seni beladiri yang diajarkan.

โTujuan dari silat ini kan banyak seperti ; menjaga kesehatan dan melatih bersosialisasi dalam rangka menjaga persatuan dan kesatuan NKRI. Kemudian, meningkatkan iman dan taqwa. Dan yang paling penting diharapkan baik pemerintah maupun masyarakat adalah prestasi. Dan kami sudah menjawab harapan itu melalui prestasi anak didik kami,โ paparnya bangga atas keberhasilannya mewujudkan generasi berprestasi.
Perwakilan atlit silat dari perguruan PSHT menuju SEA Games menurutnya bukan akhir dari perjuangan dia dan tim. Ia dan tim terus berusaha agar ke depan para atlit silat yang bernaung di bawah PSHT Tanjungpinang-Bintan itu mampu bertanding di Olympiade jika silat ada pada ajang itu.
โSilat ini baru kami mulai focus di kantor ini sejak 2013, dan Alhamdulillah pada tahun 2014 anak didik kami berhasil merebut mendali emas di O2SN. Kemudian, pada tahun 2017 dan 2019 juga para pesilat kita berhasil kembali menjadi juara 1 di tingkat Nasional. Jadi kalau di total ada 4 orang murid kami yang berhasil menjadi juara 1 Nasional,โbebernya.
Ditanya apakah kontribusi pemerintah daerah untuk menciptakan para atlit itu, ia mengatakan ada dalam bentuk apresiasi. Namun bantuan dalam dalam bentuk lainnya tidak ada, sehingga untuk membeli matras sebesar Rp 20 juta dirinya bersama organisasi terpaksa patungan untuk mengumpulkan uang.
โBantuan ada dalam bentuk apresiasi. Cuma dalam bentuk lainnya tidak ada. Makanya pas beli matras kapan hari Rp 20 juta terpaksa patungan dengan teman-teman,โungkapnya.
Meskipun belum pernah mendapat bantuan, ia mengatakan tetap melatih generasi bangsa berprestasi. Melalui media ini bahkan ia menyertakan nomor pribadi yang bisa dihubungi oleh calon didik yang mau belajar pesilat professional.
โKami tidak pernah berhenti menciptakan generasi yang berprestasi. Jadi kalau ada yang mau bergabung di PSHT Tanjungpinang-Bintan, silahkan hubungi saya di 0813-6472-8179,โtutupnya. (Ndn)

