CENTRALBATAM.CO.ID, BINTAN -Bisa dikatakan, saat ini sangat susah memisahkan game dengan kehidupan kehidupan sehari-hari. Pasalnya, game merupakan hiburan yang bisa dilakukan di mana saja dengan biaya yang murah juga.
Terlebih di tengah pandemic covid-19 yang sedang melanda dunia, dunia pendidikan terpaksa belajar di rumah untuk mencegah penyebaran covid-19. Sebab salah satu cara penyebaran covid-19 paling mudah melalui keramaian. Akibatnya, para pelajar tak jarang merasa jenuh lantaran kebiasaan monoton di rumah.
Untuk mengatasi kejenuhan ini, para gamers yang terdiri dari berbagai universitas di Tanjungpinang selalu meluangkan waktu berkumpul sambil bermain game. Dengan demikian, mereka bisa merasakan suasana kampus.
“Kalau dulu pas sebelum covid-19, kita lebih banyak bermain gamenya di rumah karena pas jadwal istrahat di Kampus sering meluangkan waktu bermain game. Namun, agar bisa sesekali bisa berkumpul dengan kawan-kawan, kami memilih bermain game di warkop atau kafe,” ujar Iqbal mahasiswa Umrah pada media ini, Rabu (23/12/2020).
Meskipun demikian, lanjut Iqbal, mereka menyadari bahwa covid-19 merupakan musuh bersama yang harus deperangi. Untuk itu, meskipun seharian bermain game, mereka tidak pernah melepas masker.
“Meskipun kami sebagai gamers, namun berbagai informasi tentang covi-19 ini kami ikuti. Makanya, memakai masker, jaga jarak dan cuci tangan tetap kami terapkan,”ungkap pemuda kurus tu.
Agar penerapan protokol kesehatan khususnya 3M, ia menjelaskan paling banyak duduk di satu meja 4 orang. Selain itu, mereka juga memeastikan jarak satu dengan yang lain minal satu meter.
“Tentang protokol kesehatan 3M, kami paham. Makanya masker tidak pernah lepas, dan juga masing-masing kami selalu bawa hansinitizer atau minimal sabun cuci tangan cair. Selain menjaga jarak, juga kami komunikasi melalui game. Sehingga yang dikuatirkan covid-19 menyebar melalui percakapan dapat kami cegah,”akunya, Iqbal.
Sementara, gamers lain, Agus mengatakan, meskipun rasa kangen ingin berkumpul dengan teman ada mereka tetap membatasi jumlah saat ngumpul.
“Satu sisi dengan duduk di warung kopi seperti ini kita dapat membantu memulihkan ekonomi. Jadi kalau ngumpup lebih banyak kawan lebih bagus. Namun, demi mencegah covid-19, kami membatasi duduk dalam satu yakni 4 orang saja,” timpalnya.
“Kalau harapan kami, semoga covid-19 cepat berlalu. Dan mari masyarakat semua bantu pemerintah untuk menerapkan protokol kesehatan seperti; 3M tadi yang disebut Iqbal,”tutupnya. (Ndn)

