BERBAGI
Plt Bupati Bintan, Roby Kurniawan menujukan hasl tangkapan Nelayan di PT Gemilang

CENTRALBATAM.CO.ID, BINTAN –Meskipun nilai pajak yang masuk ke Kas DAerah, namun pengeksporan ikan asal Bintan patut dibanggakan. Pasalnya, kegiatan ekspor ikan ini langsung ke Negara yang memesan ikan hasil olahan di Bintan.

Hal ini diungkapkan oleh Bupati Bintan, Roby Kurniawan saat melepas kerangkatan ekspor ikan Kakap sebanyak 9,5 ton di Pasar Barek Motor, Kijang pagi tadi (13/8).

Adapun tujuan ekspor Ikan yang dilakukan oleh PT Gemilang itu yakni Australia, Singapura dan Malaysia. Namun, untuk 9,5 ton akan dikirim ke Australia.

Dalam pelepasan komoditas ekspor ikan tersebut, Roby menuturkan apresiasi dan rasa bangganya, karena biasanya selama ini pengeksporan hasil olahan ikan  harus melewati negara tetangga Singapura, namun sekarang komoditas ekspor tersebut sudah bisa langsung dikirim ke negara tujuan. 

” Kita berharap kegiatan ekspor olahan ikan ini kedepannya dapat berkelanjutan dan semakin berkembang. Apalagi komoditas olahan ini dapat  langsung diterima negara tujuan Australia karena biasanya kita ekspor harus melalui negara Singapura dulu, kita harapkan kegiatan ini dapat continue dan mungkin bisa berkembang ekspor ke negara-negara lainnya,” ujarnya 

Ditanya terkait berapa pajak yang masuk Bintan atas hasil ekspor Ikan Bintan ke Luar Negeri, Roby mengatakan masih tergolong kecil. Hal ini lantaran proses perpajakan masih di pegang oleh Pusat.

Untuk itu, kedepannya akan dibuat sebuah tempat terpadu untuk pengurusan ekspor ini.

“Rencananya, akan kita buat di Kijang ini karena ssumber tangkapan ikan terbanyak terpusat di Kijang,”timpalnya.

Sementara itu, Pemilik PT. Bintan Intan Gemilang, Dina menuturkan bahwa perusahaannya sudah bergerak sejak tahun 2018 dengan rata-rata per bulan ekspor mencapai 2 kontainer ukuran 20 feet. Menurutnya 9,5 Ton komoditas olahan ikan Kakap dan ikan Kerapu hasil tangkapan nelayan tradisional tersebut merupakan produk lokal asli Bintan yang dikerjakan langsung oleh tenaga lokal dari Kepri. 

“90 persen tenaga kerja disini merupakan asli Kepri. Produk komoditas olahan ikan yang kita buat ini, juga telah mampu bersaing dengan negara Vietnam dan Singapura sehingga kita bisa ekspor langsung ke negara tujuan Australia,”ungkapnya. (Ndn)

 

BAGIKAN
Baca Juga:  Edukasi Para Suami Juga Perlu, Rodhial Buka Forum Koordinasi Pelaksanaan Kebijakan Perlindungan Anak

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY