CENTRALBATAM.CO.ID, BATAM-PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) terus melakukan modernisasi jaringan akses untuk mendukung layanan triple play khusunya IndiHome di wilayah Batam.
Hal itu ditunjukkan dengan gencarnya Telkom melakukan program moderniasi dengan mengganti kabel tembaga menjadi fiber optik yang ditandai dengan mematikan perangkat MSAN di Lubuk Baja dan Batam Center menuju 100 persen fiber optik.
Prosesi kegiatan ini diikuti Executive Vice President (EVP) Telkom Regional 1 Sumatera Susatyo, Direktur Bisnis PT, INTI Teguh Adi Suryandono, Deputy EGM Access Network Planning & Deploymen Amperadus Simanjuntak,OSM Fiber Zone Area Sumatera Gunawan dan GM Witel Rikep Munawwir.
Susatyo, EVP Telkom Regional 1 Sumatera mengatakan Lubuk Baja dan Batam Center adalah daerah yang sangat potensial. Daerah ini adalah sebagi pusat bisnis, industri, pergudangan dan pusat pemerintahan kota batam dan juga sebagai gerbang internasional.
“Project ini merupakan kelanjutan modernisasi yang diresmikan menjadi Groundbreaking Project Modernisasi STO dimana hal ini terus dilakukan secara berkesinambungan sehingga Batam menjadi full fiber 100 persen,” kata Susatyo saat Kick Off Groundbreaking Project Modernisasi STO Batam Center dan Lubuk Baja di Batam, Senin (9/4/2018).
Lebih jauh Susatyo mengharapkan untuk percepatan moderrnisasi untuk mengajak Pemko Batam untuk bekerja sama dalam membangun duct system untuk mewujudkan Batam Modern City dan selanjutnya menjadi Smart Province.
“Kita harapankan kegiatan ini mendapat dukungan seluruh masyarakat di Kota Batam, karena sebagai perusahaan negara dengan moderenisasi ini akan membantu peningkatakan pelayanan Indihome di tahun-tahun berikutnya,” kata GM Witel Rikep Munawwir, menambahkan.
Munawwri memastikan pelanggan tidak akan rugi, karena proses pergantian kabel hingga ke rumah tidak dipungut biaya alias gratis. Nantinya, setiap petugas diberi surat tugas serta konsultasi dengan perangkat RT dan RW setempat. Hal ini untuk menghindari tindak yang mencurigakan atau yang tidak dinginkan.
“Proses pergantian dimulai bulan ini dan ditargetkan berakhir September atau paling lambat selesai hingga akhir tahun 2018,” kata Munawwir.

