BERBAGI

CENTRALBATAM.CO.ID, BATAM-Kebakaran lahan dan hutan (Karlahut) diwilayah Kalimantan bagian Barat (Kalbar), dan Sumatera bagian Tengah (Sumbagteng) masih terpantau hingga sore lalu, Rabu (24/8/2016).

Terpantau dari citera satelite NASA, yakni Terra dan Aqua yang kemudian dipublikasikan oleh Lembaga Penerbangan dan Antariksa (Lapan) membuktikan, terdapat peningkatan jumlah titik api atau Hot spot yang ada di Kalimantan bagian barat dan Sumatera.

Melanjutkan data tersebut, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Hang Nadim, Batam, turut membenaran kondisi Hot spot yang mengalami penyusutan ini.

Terpantau pada Rabu (24/8/2016) siang, sebanyak 65 titik api terdapat di Kalbar dan 3 titik api ada di Sumatera pertanggal 24 Agustus 2016 siang lalu.

Hal ini turut dibenarkan oleh Philip Mustamu, Kepala BMKG Hang Nadim, Batam yang menyatakan bahwa peningkatan titik api memang terjadi dalam waktu beberapa jam saja.

“Memang hingga siang lalu hanya terpantau ada 65 titik di Kalimantan Barat dan 3 titik di Sumatera,” kata Philip Mustamu, Kepala BMKG Hang Nadim, Batam.

Namun, pada sore hari, lanjutnya. Jumlah sebaran hot spot kembali meningkat menjadi 90 titik di Kalbar dan 4 titik di Sumatera.

Kebakarn lahan dan hutan (Karhutla) di Riau | Foto Mona
Kebakaran lahan dan hutan (Karhutla) di Riau | Foto Mona

Adapun akurasi atau kepercayaan sebaran 90 titik api di Kalbar, yakni akurasi 51-60% sebanyak 16 titik, 61-70% sebanyak 28 titik, 71-80% sebanyak 25 titik dan yang paling ekstrim diakurasi 81-100% sebanyak 21 titik api, hingga keseluruhannya berjumlah 90 titik.

“Sementara, untuk 4 titik di Sumatera itu akurasinya: 51-60% ada 1 titik, 61-70% ada 2 titik, 71-80% ada 0 titik dan 81-100% ada 1 titik saja. Jadi di Sumatera hanya 4 titik, ditambah di Kalbar 90 titik. Semuanya 94 titik sebaran api,” imbuhnya.

Akan hal ini pula, masyarakat wilayah Kalimantan Barat dan Sumatera masih terpapar asap dari penyebaran titik api ini, meskipun jumlahnya berkurang.

 “Ya, masih ada dampaknya. Walaupun semakin berkurang. Untuk itu, kita sampaikan kepada masyarakat yang terdampak asap untuk tetap memakai masker dan mengurangi kegiatan diluar ruangan jika tidak diperlukan,” tandasnya.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY