BERBAGI
Almarhum Zamzali saat berada dirumah sakit dan hendak dipulangkan kerumah duka | Foto : Junedy Bresly

CENTRALBATAM.CO.ID, BATAM-Muh Zamzali (48) warga Kavling Sagulung Baru, yang tewas akibat mengalami kecelakaan dengan truk Container, akhirnya tiba dirumah duka, dikavling Saguba Blok C2 nomor 2 Sagulung, Batam, Provinsi Kepulauan Riau, Senin (4/7/2016) siang.

Isak tangis dan duka mendalam akhirnya menyeruak, saat almarhum Zamzali tiba dirumah duka. Suasana duka kian diperparah dan semakin menyiksa kerabat keluarga dengan tidak kunjung ditemukannya Lia Arzalina, putri almarhum Zamzali yang dikabarkan hilang sejak Minggu (3/7/2016) sekitar pukul 11.00 siang lalu.

Zamzali yang mengendarai sepeda motor merek Honda Blade, dengan nomor polisi BP 3726 GJ ini dikabarkan tewas di tempat setelah ditabrak truk kontainer sekitar 500 meter dari Jembatan Satu Barelang, Batam, Senin (4/7/2016) pagi tadi.

Informasi yang dihimpun tim Central Batam, kejadiannya nahas ini terjadi sekitar pukul 06.40 WIB, dijalan Trans Barelang. Saat itu, Zamzali melintas disekitar jalan untuk mecari putrinya Lia sembari menuju Kantor Kepolisian terdekat.

Dalam kondisi pikiran yang penuh beban akan kehilangan putrinya, sang kepala keluarga ini akhirnya meregang nyawa dengan kondisi memprihatinkan.

Karena hantaman dan diduga digilas turk berbobot puluhan ton tersebut, kepala korban akhirnya pecah menjadi dua belahan, paha bagian kanan patah dan tulang kering kaki kanan juga dalam kondisi patah alias hampir remuk.

Sepeda motor merek Honda Blade yang dikendarai korban terlihat hancur | Foto : Candra Pusponegoro
Sepeda motor merek Honda Blade yang dikendarai korban terlihat hancur | Foto : Candra Pusponegoro

Saat dikonfirmasi, Joko Tri Cahyono Adik sepupu Korban, menerangkan Zamzani diketahui keluar dari rumahnya sejak pagi hari dengan maksud untuk mencari Lia dan membuat laporan kehilangan.

“Memang almarhum keluar dari Rumah setelah selesai Sahur, katanya rencananya mau mencari anaknya, yang belum pulang dari tadi malam, sekaligus hendak membuat laporan kehilangan kekantor polisi,” kata Joko.

Ditempat terpisah, Sarwadi, saksi mata menjelaskan saat itu Zamzali datang dari arah Batuaji menuju Jembatan I Barelang dengan kecepatan terbilang pelan sembari melihat kekiri dan kekanan. Dari arah berlawanan, melaju sebuah container dengan kecepatan penuh.

“Karena posisi kecepatannya penuh, ditambah posisi korban lumayan mengarah ketengah jalan. Tabrakanpun tak terelakkan, korban langsung terpental sementara motornya remuk digilas,” terangnya.

Dikatakannya pula, setelah terpental korban langsung tergeletak dan tak lagi bergerak. Saat diperhatikan lebih dekat, semua isi bagian kepala korban ternyata keluar disertai darah yang terus mengalir. Saat itu pula, ditemukan paha dan kaki korban juga patah.

“Mungkin karena kencangnya hantaman yang diterima korban, makanya sampai patah,” ujarnya.

Salah satu pengendara sepeda motor langsung tewas di tempat setelah menabarak truk kontiner pengangkut gas elpiji di jembatan 1 Barelang sekitar pukul 06.30 WIB, Senin (4/7/2016) | Foto Citizen Journalism : Subur Mahasiswa Al Aziz STIDKI
Salah satu pengendara sepeda motor langsung tewas di tempat setelah menabarak truk kontiner pengangkut gas elpiji di jembatan 1 Barelang sekitar pukul 06.30 WIB, Senin (4/7/2016) | Foto Citizen Journalism : Subur Mahasiswa Al Aziz STIDKI

Pantauan dikediaman korban, rencananya jenazah Zamzali akan segera dimakamkan di Taman Pemakaman Umum (TPU) Sei Temiang, Batu Aji, Batam. Sementara, hingga berita ini diterbitkan, Lia Arzalina, putri korban tak kunjung diketahui keberadaannya.

 

Penulis : Junedy Bresly

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY