CENTRALBATAM.CO.ID, BATAM – Momen kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia mulai merebak di berbagai daerah nusantara, tak terkecuali Batam.
Rajutan benang berwarna ‘Merah-Putih’ yang dijalin menjadi bendera, tampak mulai beredar dan dijajahkan di beberapa lapak pedagang di kota Batam.
Ya, nuansa kemerdekaan kian terasa, meski momen inti pelaksanaannya masih cukup lama, yakni 17 Agustus 2017 mendatang.
Pantauan tim Central Batam di lapangan, para pedagang bendera yang biasa muncul mendekati bulan kemerdekaan tampak sudah mengembangkan alas lapaknya.
Puluhan tongkat kayu yang dipasangi bentangan bendera pun tampak memberi arti tersendiri, di tengah lalulintas jalan yang kian padat.
Jalan Gajah Mada, Sekupang, beberapa lokasi di Kecamatan Batuaji, serta beberapa titik di Kecamatan Batam Kota mulai berwarna dengan kibaran sang bendera yang menjadi kebanggaan negeri ini.
“Bendera bang.. Pak, Bu,” tegur para pedagang, menawarkan lembaran bendera kepada para pejalan kaki dan pengguna jalan dengan menggunakan kendaraan elit.
Bendera yang dijual pun beragam ukurannya. Mulai dari ukuran super lebar, ekstra panjang yang biasa dijadikan hiasan kantor dan bangunan pemerintahan, serta bendera berukuran kecil untuk pengendara mobil dan motor juga tersedia.
Harga per lembar pun bervariatif, mulai dari kisaran puluhan ribu bahkan jutaan rupiah tersedia.
“Hanya ambil untung sedikit-sedikit saja per lembar bendera yang laku. Kalau rezeki lancar, sehari bisa untung Rp 100 ribu. Tapi bisa juga gak dapat apa-apa seharian, tergantung nasib,” ungkap seorang remaja, yang ikut menjaga lapak orangtuanya di Sei Panas, Batam.
Selain itu, masih terdapat lapak-lapak lainnya yang juga mencoba mengais rezeki dengan berjualan bendera dan pernak-pernik khas kemerdekaan.
Tak mau ketinggalan, momen tahunan ini dimanfaatkan sebagian masyarakat untuk menambah pundi-pundi rupiah dalam mencukupi kebutuhan sehari-harinya.
“Benderanya Pak.. Bu, silahkan dipilih,” tawar pedagang lainnya.

