BERBAGI
AKP Monang P Silalahi

Sejak masuknya covid-19 di tanah air, berbagai upaya sudah dan terus dilakukan oleh Pemerintah Pusat dan Daerah untuk mencegah masyarakat menjadi salah korban dari virus yang saat ini masih meresahkan warga dunia itu. Upaya pertama yang dilakukan oleh pemerintah dengan menerapkan sosial distancing hingga membawa makanan atau minuman ke rumah jika di beli di warung.

Hal ini dilakukan untuk mengihindari kerumunan masyarakat di warung lalu bersentuh satu dengan yang lain. Selain itu, pada saat bersamaan juga pemerintah memberikan kewajiban agar masyarakat memakai masker dan juga mencuci tangan dengan handsinitizer atau sabun cuci.

“Upaya pencegahan yang pertama kali dilakukan oleh Pemerintah yang kita kenal istilah Social Distancing dan kemudian lebih dirampingkan menjadi Physical Distancing atau jaga jarak dalam bahasa Indonesianya. Agar penerapan social distancing ini bisa dilakukan oleh seluruh masyarakat, Pemerintah Kabupaten Bintan sempat menghimbau agar makanan dan minuman yang dibeli di warung sifatnya take away (bawa pulang),”ujar Kapolsek Gunungkijang, AKP Monang P Silalahi memberikan tanggapanya terkait masih adanya warga yang didapati tidak pakai masker.

Tidak hanya memberikan kewajiban yang harus dituruti untuk pencegahan covid-19, pemerintah Pusat hingga daerah juga memberikan bantuan tunai langsung (blt) hingga bantuan sembako. Berbagai pihak dalam hal ini pengusaha atau golongan orang mampu diminta ikut berkonstribusi membantu masyarakat golongan menengah ke bawah. Hal ini dilakukan selain memberikan ketenangan menghadapi krisis akibat PHK juga supaya masyarakat paham bahwa pemerintah peduli masalah yang sedang dihadapi warganya.

“Kita bicara masalah di Bintan dulu nih. Sejak bulan Maret 2020 lalu, tidak sedikit bantuan yang diberikan oleh Pemkab Bintan ke warga. Selain itu, Polres Bintan melalui jajarannya termasuk Polsek juga sudah menyalurkan ribuan bantuan berupa sembako. Kemudian, blt juga telah diberikan oleh Pemkab sejak bulan Juni 2020 lalu yang nilainya mencapi puluhan milliar. Jadi sudah seharusnya masyarakat kita ikut membantu pemerintah mematuhi protocol kesehatan ini,”jelasnya.

Masih kata Monang menambahkan, ia sangat mendukung dan bahkan mengapresiasi langkah Pemkab Bintan mengeluarkan peraturan Bupati no 52. Menurutnya hal ini sangat tepat sasaran lantaran pemerintah sudah memenuhi segala kewajibanya membantu meringakan beban warga. Selanjutnya, timbal balik dari masyarakat juga sangat diharapkan untuk memutuskan mata rantai virus yang telah merebut hingga 12 ribu nyawa di tanah air itu.

Tugas pemerintah pada hakikatnya adalah memberikan pelayanan kepada masyarakat baik masyarakat secara individu maupun kelompok. Artinya, pemerintah diwajibkan menjaga kamtibmas dan juga berkewajiban menjaga masyarakatnya agar tidak terkena bencana dalam hal ini misalnya, covid-19 ini.

“Kenapa saya mendukung bahkan mengapresiasi perbub no 52 ini karena intinya menjaga masyarakat agar tidak terkena musibah. Karena inti dari Perbub ini jangan sampai masyarakat menjadi korban covid-19. Dengan mereka memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan, mereka dapat terhindar dari covid-19, dan juga menghindari warga lain dari covid-19 apabila yang bersangkutan pada kenyataannya tepapar vovid-19,”tegasnya.

Untuk menerapkan sebuah peraturan memang mudah, terlebih kebiasaan masyarakat Indonesia yang selalu salaman. Karena itu, Monang mengatakan pihaknya terus mensosialisasikan pada masyrakat bahaya covid-19 dan cara mencegahnya. Dengan begitu, masyarakat bisa menyadari betapa pentingnya 3M (menjaga jarak, mencuci tangan dan memakai masker) saat ini.

Meskipun sebagai seorang perwira polisi yang juga menjabat sebagai Kapolsek, Monang tidak henti-henti sosialisai manfaat 3M. Apalagi menurutnya mematuhi 3M tidak lah susah. Karenanya, ia selalu memberikan contoh sehingga mudah menegur atau memberikan masukan pada masyarakat yang kedapatan tidak pakai masker atau tidak jaga jarak.

“Harusnya 3M tidak susah, cuma masyarakat kita sering lalai. Makanya setiap saya pulang atau lepas dinas dan melihat orang yang tidak pakai masker dan juga tidak jaga jarak, saya tegur sambil menunjukan contoh saya pribadi,” akunya, Monang.

Selain memberikan contoh kepatuhan pada protocol kesahatan, Monang tak jarang juga memberikan masker pada masyarakat yang ia dapati tidak pakai masker. Hal ini sebagai bentuk kepeduliannya pada warga yang ia ayomi.

“Kalau ditanya ada atau tidaknya yang keberatan saat ditegur, pasti ada. Tapi sebagai pengayom, saya selalu mengutamakan persuasif dan langsung memberikan masker. Kebutulan saya selalu sediakan masker di mobil untuk saya kasih masyarakat yang katannya “tidak ada duit buat beli masker. Karena harapan kita semua kan, masyarakat bisa patuh pada protocol kesehatan”ungkapnya.

 

 

 

 

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY