BERBAGI
ilustrasi

CENTRALBATAM.CO.ID, BATAM – Peran Kejaksaan Tinggi (Kejati) Provinsi Kepulauan Riau sempat dipertanyakan masyarakat, akan penanganan beberapa kasus tindak pidana korupsi (Tipikor) yang dianggap kurang maksimal. Melorotnya kinerja Kejati Kepri dianggap sebagai celah yang dapat dimanfaatkan oknum tak bertanggungjawab dan menggerogoti uang negara.

“Banyak kasus dan dugaan yang sudah kita laporkan, tapi hanya sedikit yang mampu dikuasai. Kinerja Kejati nampaknya melorot,” tegas seorang warga Batam, yang juga tergabung dalam sebuah LSM.

Mendapat kritikan tersebut, Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Kepri, Yunan Harjaka, saat berkunjung ke Batam beberapa saat lalu hanya melempar senyuman kecil kepada awak media.

Dalam keterangannya, Yunan mengatakan bahwa kinerja Kejati yang menaungi seluruh Kejari yang ada di Kepri sudah sangat maksimal. Meski demikian, dia tak membantah kinerja anggotanya yang masih dianggap masyarakat menurun. “Menurut saya sih sudah maksimal, tapi kan yang menilai juga masyarakat. Kalau memang masih dianggap kurang baik, ya kita akan perbaiki,” jawab Yunan, didampingi Kajari Batam, Roch Adi Wibowo, usai kunjungan kerja yang digelar di Batam Kota.

Baca Juga:  Tidak Kantongi IMB, Camat Katang Bidara Minta Dinas Perizina Blacklist Kotage Kwansend Dan Hasim

“Kita akan benahi sebaik mungkin,” imbuh Yunan.

Saat ditanyai, tentang beberapa kasus tindak pidana korupsi (Tipikor) yang tengah menjamur di Kepri dan beberapa diantaranya telah dilimpahkan ke meja kerjanya. Yunan menegaskan, penanganan kasus-kasus tersebut tetap dimaksimalkan proses hukumnya.

“Beberapa sudah kita terima (limpahan berkas, red). Namun ada beberapa berkas perkara lainnya yang belum P21,” ucapnya.

Salah satu kasus yang hingga saat ini belum lengkap, lanjutnya, ialah perkara korupsi atas nama tersangka Bambang, pejabat di kantor Badan Pertanahan Negara (BPN) Kota Batam. Bambang diduga menilap uang BPHTB yang seharusnya disetorkan ke kas negara.

Meski demikian, pihaknya mengklaim tetap akan menindaklanjuti berkas perkara tersebut hingga nantinya dinyatakan lengkap dan akan segera dilimpahkan ke lembaga peradilan. “Kita kawal terus kok kasusnya, sabar saja menunggu,” tuturnya.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY