CENTRALBATAM.CO.ID, TANJUNGPINANG –Beberapa tahun terakhir banyak penyebaran infomasi hoax dan ujaran kebencian tersebar di berbagai media social. Informasi itu itu, diedit sedekian rupa sehingga kelihatan seperti media masa.
Padahal, pada kenyataannya informasi itu sengaja dibuat demi kepentingan golongan tertentu. Akibatnya, masyarakat yang tidak mengetahui informasi yang didapat adalah hoax ikut marah dengan informasi tersebut.
Untuk memerangi hal ini Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kepri berharap kepada media online agar semakin kuat dalam memerangi hoax serta ujaran kebencian di media social.
Hal ini disampaikan dalam rapat FKDM Kepri bersama Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kepri di kedai kopi batu 10, Tanjungpinang, Selasa (15/10/2019).
Acara itu diisi oleh Kepala Badan Kesbangpol Kepri, Lamidi bersama panitia FKDM serta sejumlah wartawan dari berbagai media online.
“Kalau dulu kita baru mengetahui kejadian setelah satu hari berikutnya. Beda sekarang, lima menit kejadian kita sudah bisa mengetahui peristiwa yang terjadi. Nah untuk itu, kami sangat mengharapkan peran serta media online untuk menangkal informasi hoax, ujaran kebencian serta radikalisme,” ujar Lami membuka acara rapat FKDM.
Menurut mantan Sekda Bintan itu, fungsi media social saat ini banyak disalah gunakan oleh pihak-pihak tertentu dengan berbagai tujuan. Biasanya hoax dan ujaran kebencian ini sering muncul pada saat pilkada. Tujuannya bisa saja menjatuhkan lawan politik dan lain sebagainya.
“Jadi untuk itu kami berharap media oline jadi pameng untuk melawan hoax dan ujaran kebencian ini,” paparnya.
Masih kata Lamidi, Media yang merupakan sebagai penengah, control social dapat memberikan edukasi pada masyarakat. Sehingga masyarakat dapat menyaring berbagai informasi yang diterima dan tidak mudahk termakan hoax.
Sebagai penutup sambutanya, Lamidi memberikan tips pada mayarakat agar tidak termakan informasi hoax yang disajikan seolah-olah berita.
Salah satunya dengan berhati-hati dengan judul yang provokatif. Kemudian dilanjut dengan meneliti asal sumber sebuah informasi. “Kemudian, bergabung juga dengan group media social yang anti hoax,” ungkapnya.
Sementara itu, Sekretaris SMSI Kepri, Zakmi mengatakan media online menjadi salah satu korban akibat informasi hoax. Untuk itu, ia meminta masyarakat agar tidak langsung percaya pada sebuah informasi.
“Untuk itu, saya harap kita semua yang ada disini dapat bersama-sama memerankan hoax. Karena dibeberapa group facebook banyak info-info yang sebarluaskan oleh akun palsu. Dan kami harap, kita semua langsung unfriend (menghapus perteman) dengan akun seperti itu,” pungkasnya. (Ndn).

