CENTRALBATAM.CO.ID, BINTAN –Selama dua minggu terakhir tabung gas elpiji 3 kg kembali langka dari peredaran. Akibatnya, masyarakat mengaku semakin kesulitan menghadapi pandemic covid-19 ini.
Alex salah satu warga Kecamatan Gunungkijang, mengatakan ia bersama sang istri terpaksa mencari tabung gas hingga ke km 16 untuk mencari tabung.
“Sejak dua minggu terakhir, tabung gas langka. Kemarin aja saya terpaksa mencari hingga ke batu 16. Dan untungnya, ada di salah penjual tuak yang juga jual gas. Kalau tidak, mungkin anak kami kelaparan,”ujarnya, Kamis (10/9).
Lebih lanjut ia mengaku heran lantaran tabung gas elpiji seharusnya dinikmati masyarakat miskin atau menengah ke bawah. Namun pada kenyataan, diduga ada permainan lantaran begitu tabung gas itu tiba di pangkalan langsung ludes begitu saja.
“Nah ini ada apa? Kenapa pemerintah tidak melakukan pemantauan di lapangan,”kesalnya.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Bintan, AKP Agus Hasanuddin mengatakan beberapa waktu lalu pihak sudah melakukan sidak di lapangan. Karena itu, ia kaget mendengar informasi langkanya kembali tabung gas ini.
“Kapan hari kami sempat turun di lapangan. Dan saat itu kondisi kembali aman. Jadi kalau ada informasi kelangkaan gas ini, dalam waktu dekat kami akan melakukan penyelidikan di lapangan,”jelasnya.
Lebih lanjut ia mengatakan, penyelidikan itu dilakukan untuk mengetahui apakah gas ini memang ada peningkatan penggunaan atau ada permainan.
“Kalau masalahnya karena peningkatan jumlah penggunaan kami akan cari solusi dengan pihak Pertamina. Namun kalau ada permainan, kami akan tindak tegas,”pungkasnya. (Ndn)

