CENTRALBATAM.CO.ID, BINTAN –Masyarakat Kampung Galang Batang, Desa Gunung Kijang mempertanyakan manfaat Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di kawasan itu sehubungan adanya covid-19 ini. Pasalnya, selama wabah ini PT BAI yang berada di kawasan itu diduga sering mendatangkan Tenaga Kerja Asing (TKA) asal Tiongkok atau Cina.
Sebagai informasi, 39 TKA asal Tiongkok kemarin memang sudah dipulangkan oleh PT itu atas permintaan Bupati Bintan, Apri Sujadi. Namun, masyarakat setempat masih meragukan PT itu tidak mengimpor TKA yang merupakan tempat pertama kali munculnya virus corona.
“Ini Cuma menduga saja, bisa saja TKA asal Cina ini sebenarnya masih di impor. Karena misalnya, kalau yang 39 kemarin tidak diketahui publik kemungkinan besar akan bekerja di sana,”ujar Felo melalui sambungan telpon, Senin (6/4).
Dengan adanya TKA yang merupakan asala covid-19 itu di kawasan sekitar, harusnya ada perhatian khusus dari administrasi KEK. “Tapi selama wabah ini, jangankan bantuan lainnya, melakukan penyemprotan di sini saja tidak pernah. Pahit lah keberadaan KEK ini tak ada manfaat buat kami,” sebutnya.
“Kalau harapan kami, jangan lah TKA aja yang seolah selalu di pembenaran agar bisa bekerja di PT BAI. Tapi perhatikan juga kami warga di sini,”tambahnya.
Dollah warga Galang Batang lain saat dikonfirmasi juga mengatakan hal serupa. Ia mengatakan selama covid-19 ini belum ada mendapat perhatian dari KEK. “Penyemprotan atau bantuan lainnya belum ada. Masih dari Desa dan Kecamatan sudah ada,” jelasnya.
Terpisah, ketua Administrator KEK Galang Batang, Hasfarizal Handra saat dihubungi media ini mengakui belum adanya bantuan. Hanya saja, ia mengatakan akan ada bantuan nanti pada tanggal 12 Apri 2020 ini.
“Ada, Insya allah tanggal 12 April 2020 ada bantuan 50 ribu masker untuk Bintan dan 100 ribu untuk Kepri. Untuk kegiatan penyemprotan lagi di atur untuk masyarakat sekitar kawasan,” jawab Hasfarizal melalui pesan whatspp. (Ndn)

