BERBAGI
Dinas Kominfo Batam Siapkan Layanan streaming Nuzulul Qur'an 1442 Hijriah

CENTRALBATAM.CO.ID, BATAM – Pemerintah Kota (Pemko) Batam melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Batam menyiapkan siaran langsung (live streaming) peringatan Nuzulul Qur’an 1442 Hijriah tingkat Kota Batam.

Siaran langsung dapat diakses melalui akun YouTube Dinas Kominfo Batam, Rabu (28/4/2021) malam.

Kepala Dinas Kominfo Batam Azril Apriansyah mengatakan, kemudahan ini disiapkan agar masyarakat bisa menyaksikan dari rumah tanpa berkunjung langsung ke lokasi acara di Masjid Sultan Mahmud Riwayat Syah, Batuaji.

“Dengan demikian dapat menghindari kerumunan guna mencegah penyebaran Covid-19,” ucap Azril.

Seperti diketahui, pandemi kini belum usai. Upaya pencegahan penularannya masih terus dilakukan. Untuk itu, pada acara ini Pemko Batam akan menerapkan protokol kesehatan (prokes) yang ketat.

Baca Juga:  Laksanakan Perintah Inpres Jamsostek, Menko Perekonomian Dorong Perlindungan Penerima KUR Kecil

Ceramah pada Nuzulul Qur’an kali ini akan diisi oleh Pendiri dan Pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah Surabaya, Prof. DR. KH. Asep Saifuddin Chalim, MA.

Selain ceramah agama, Nuzulul Qur’an tahun ini juga dimeriahkan penampilan Syarifah Mahfuzah Alydrus, yang lebih dikenal dengan nama Puja Syarma.

Selain yang digelar Pemko Batam tersebut, Nuzulul Qur’an yang diinisiasi oleh masyarakat juga diatur dalam Surat Edaran Nomor 14 Tahun 2021 tentang Panduan Ibadah Ramadan dan Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah/2021 di Kota Batam.

Perihal Nuzulul Qur’an disebut pada poin 5 terkait imbauan kepada pengurus masjid dan musala. Turunannya, pada huruf c yang berbunyi “Peringatan Nuzulul Qur’an di masjid/musala dilaksanakan dengan pembatasan jumlah jamaah paling banyak 50 persen dari kapasitas ruangan dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat”.

Baca Juga:  Masuk Purna Tugas, Rudi Lepas Enam PNS Pemko Batam

Serta dipertegas pada poin 7 yang berbunyi “Peringatan Nuzulul Quran yang diadakan di dalam maupun di luar gedung, wajib memperhatikan protokol kesehatan secara ketat dan jumlah jamaah paling banyak 50 persen dari kapasitas tempat/lapangan”.(dkh)

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

Tinggalkan Balasan