BERBAGI
Presiden RI Joko Widodo berbincang di atas kapal perang dalam kunjungan ke Natuna, Kamis (24/6/2016) | Foto Junedy Bresly

CENTRALBATAM.CO.ID, JAKARTA-Pemerintah RI akan segera mempercepat pembangunan di Natuna, setelah banyaknya klaim yang dilontarkan atas kepemilikannya dan banyaknya pelanggaran batas negara, serta maraknya pencurian ikan (Illegal fishing) diderah itu.

Sofyan Djalil, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional mengatakan, salah satu pembangunan yang akan digenjot adalah infrastruktur.

Upaya itu dilakukan agar akses dan lalu lintas dari dan ke daerah tersebut lebih mudah.

“Natuna itu jauh, dari Pontianak dengan kapal 12 jam, dari Riau dan Tanjungpinang dua hari, makanya pelabuhan, jalan akan dibangun. Kemudian bandaranya diperpanjang,” katanya Jumat (27/6/2016).

Sofyan mengatakan, saat ini pemerintah sedang menghitung kebutuhan anggaran untuk keperluan tersebut.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan jajarannya untuk menggenjot pembangunan ekonomi di Natuna. Perintah itu dikeluarkannya  saat Rapat Terbatas, tentang Percepatan Pembangunan Natuna  di atas kapal KRI Imam Bonjol 383 di Perairan Natuna Kamis (23/6/2016) kemarin.

Jokowi melalui Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi juga menyampaikan. Pengembangan ekonomi di wilayah Kepulauan Natuna dan sekitarnya difokuskan pada industri perikanan dan migas‎.

“Ya, sektor perikanan dan migas akan kita kembangkan. Initinya kita akan perbaiki dari yang kecil sampai hal tersebesar, agar Kepulauan Natuna bisa tetap kita jaga dan lestarikan sebagai wajah terluar Indonesia,” tandasnya.

 

Penulis : JB

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY