BERBAGI
Setianus Zai Makan Pisang

Oleh Setianus Zai

Dari banyak artikel dan buku-buku tentang memulai usaha yang saya baca umumnya ditulis orang yang tidak memiliki latar belakang sebagai pengusaha. Selain keahlian menulis dan kecakepan bibir, tidak ada yang mereka andalkan.

Meskipun bibir saya termasuk cakep juga dalam berbicara, tapi dalam hal tulisan? Jujur saya tidak sepintar dalam berbicara karena pendidikan saya hanya sampai S3 alias Syukur Sempat Sekolah! Tapi jika anda bertanya masalah bisnis, saya pernah mencoba semua bisnis. Mulai dari bisnis distro sambil jualan keliling, bisnis warnet, bisnis pendidikan (lembaga kursus), bisnis kuliner hingga bisnis bibir alias menjadi pembicara depan umum pernah saya tekuni. Tapi ini sebelum saya masuk pencara!

Kemudian, pada tahun 2014 lalu tepatnya pada bulan Juli saya keluar dari penjara. Meskipun para tetangga saya tidak begitu memandang saya sinis karena mereka tau kasus yang membuat saya masuk penjara tidak murni kesahan saya, tetap saja tekanan psikology saya dapatkan. Terlebih tiap kali saya melihat rumah yang saya tepati bersama anak istri tidak lebih bagus dari kandang kambing.

Rasa menyesal karena sebelum masuk penjara saya tidak pernah memikirkan masa depan terus menghantui benak. Kemudian, hasrat ingin bangkit kembali terkadang membuatku stress.

Untungnya, saya teringat  ketika saya dulu masih kecil, ayah-ibu selalu sediakan pisang atau singkong sebelum menyantap nasi. Bayangkan saja, dikeluarga kami ada 8 orang (6 anak tambah ayah dan ibu). Sementara, beras yang dimasak paling banyak 6 ons. Padahal nasi sebanyak itu untuk keluarga tani sangat tidak cukup mengingat tenaga yang dikeluarkan sama halnya dengan kuli bangunan.

Nah, agar perut terasa berisi ayah dan ibu meminta kami memakan singkong atau pisang terlebih dahulu kemudian nasi. Setelah merasa perut terisi barulah makan nasi sebagai makan terenak di zaman itu. Jadi itu lah artinya bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian.

Kenangan itu seolah berkata “anda bisa kaya! Bahkan anda bisa menjadi orang terkaya didunia.

Bersamaan dengan bisikan itu dalam hati, saya memulai berpikir kalau Bill Gates pendiri Microsoft, Jeff Bezos pendiri online shop Amazon yang pada tahun 2018 ini menggeser kedudukan Bill Gates di urutan ke 1 orang terkaya di dunia versi majalah Forbes membuat saya memutuskan untuk bangkit.

Bergegas, saya mulai memanggil anak dan istri sambil berkata “Saat ini kita miskin dan terhina karena kesalahan papa! Papa akui hal itu! Tapi papa ingin kita kaya! Karena kita bisa!”

Tentu tidak cukup dengan perkataan seperti itu. Saya juga menjelaskan bagaimana kami bisa meraih kekayaan yang kami mau. Salah satunya setiap pohon pisang dan singkong yang kami tanam debelakang rumah, kami makan. Anak-istri saya paksa makan tahu-tempe, dan saya makan nasi dengan garam saat pisang dan ubi tidak menghasilkan.

Memulai tahap awal sebagai pembuktian, saya kembali membuka kursus bahasa Inggris, Bintanfaceducation. Kemudian, dari izin usaha itu saya dan istri meminjam uang di BANK BRI Rp 5 juta. Uang itu nantinya kami gunakan untuk bayar tukang yang membangun rumah kami. Sedang biaya untuk bahan bangunan, kami ambil dari toko bangunan milik Aceng Rp 11 juta dengan sistem pembayaran cicil.

Sebagai catatan, gaji istri saya Rp 3 juta per bulan dan saya terkadang bisa mencapai Rp 10 juta. Saya dan istri memang sama-sama bekerja di perusahaan. Tapi gaji saya lebih besar karena saya kerja sampingan sebagai penerjemahan bahasa Inggris di Kantor Immigrasi Tanjungpinang dan Kejaksaan. Kemudian, saya sempat menjadi tenaga pengajar di Dinas Pariwisata Bintan selama 3 bulan. Selain itu, saya juga menjadi guru private bahasa inggris diluar jam ngajar saya di lembaga kursus. Dan jika masih ada waktu luang, saya sempatkan kerja mencetak batako dengan gaji Rp 300 per batako.

Saya tidak menyebutkan berapa jumlah gaji saya selain cetak batako karena saya ingin pembaca tidak hanya mengutamakan untung besar. Tapi yang saya inginkan adalah, pembaca tidak meremehkan sekecil apapun itu penghasilan.

Dalam waktu 4 bulan, utang di BRI dan di Aceng kami lunasi semua meskipun rumah belum jadi. Untuk melanjutkan penyelesaian rumah dengan 3 kamar tidur, 1 kamar mandi, 1 ruang tamu dan 1 ruang keluarga serta dapur kami pinjam lagi uang BRI Rp 10 juta serta ambil lagi bahan bangunan di toko Aceng Rp 6,5 juta. Utang di Aceng sekitar Maret 2016 (saya tidak ingat persis). Sementara utang BRI masih berlanjut karena kami ambil cicilan 2 tahun.

Tepat pada bulan Maret 2017, saya dan istri memutuskan untuk membukan usaha Kafe. Setelah sampai pada awal April di tahun yang sama, kami bisa menyimpan uang Rp 7 juta. Uang itu kami gunakan untuk melunasi utang di BRI tadi, kemudian kami pinjam lagi Rp 25 juta untuk modal Kafe.

Awalnya saya pikir modal untuk buka usaha kafe dengan dua lantai di ruko sewa bakal cukup sebagai modal awal. Dan what??? Ternyata diluar dugaan. Untuk membuka usaha kafe sekelas ruko minimal harus memiliki modal Rp 60 juta (ini modal pas-pasan). Sempat stress, tapi karena bagi saya lebih baik mati daripada cita-cita tak tercapai! Saya kembali kerja siang dan malam. Anak-istri kembali tetap saya suruh makan tahu/tempe. Dan saya tetap lanjut makan nasiputih plus garam khas makanan nenek moyang saya dulu.

Menjaga kepercayaan orang, terlebih pihak BANK sangat penting dalam bisnis. Karena selama minjam di BANK tidak pernah telat, saya langsung menaikan pinajam Rp 50 juta. Kemudian kepercayaan orang lain pada kami, kami dipercaya minjam uang oleh teman dekat Rp 30 juta. Dan jadi lah modal kami semua Rp 80 juta.

Ibarat Valentino Rossi sang pembalap dunia yang tidak bisa langsung mahir begitu selesai belajar naik motor, tancap gas dan jadilah juara dunia. Atau misalnya, bayi begitu lahir langsung bisa diajak Ngopi dan Ngobrol, kemudian ikut lomba lari. Coba bayangkan, jika Valentino Rossi yang baru sehari naik motor langsung ikut serta di arena balap. Jawabanya, pasti penton bakal kena tebrak semua. Juga, bayangkan ketika bayi baru saja keluar dari rahim ibunya dan menyapa anda dengan berkata “hallo?! ada waktu buat ngopi dan ngobrol? Soanya besok saya mau ikut lomba lari marthon neh?

Tidak adak yang instant bro. Kagak ada yang namanya itu Abrakadabra dan Simsalabim lalu jadi ya sis! Seperti layaknya seorang bayi lahir, lalu merangkak kemudian duduk – berdiri lalu berlari. Begitulah namanya kita bisa menjadi pemilik usaha. Terlebih dahulu kita harus merancang usaha. Setelah merancang usaha apa yang akan kita buka, baru rancang juga bagaimana mendapat modal.

Setelah punya usaha berdiri, jangan mimpi pula langsung dapat untung hingga puluhan juta. No WAY!!!

Di bulan pertama hingga bulan keempat ke enam biasanya usaha mengalami kerugia. Apalagi kalau usaha itu mempekerjakan karyawan. Tapi percayalah, bayi normal suatu saat bisa berdiri dan berlari. Begitu juga usaha yang dirintis asal tekun bekerja keras, ciptakan kreatifitas serta kerja keras dan doa, maka pasti berhasil.

Setelah melalui perjalan yang panjang, di bulan keenam kami sudah bisa untung Rp 1 juta bersih. Belum kembali modal memang, tapi penghasilan Kafe yang kami rintis setahun lalu, bisa menghasilkan rata-rata Rp 9 juta perbulan. Hanya saja, karena kami merangkak dari minus (utang), belum sepenuhnya kami memanfaatkan keuntungan karena hasil cicil utang. Apakah kami rugi? Tidak! Karena katakan saja, hari ini kami tutup kafe. Toh, investasi seperti barang elektronik, meja kursi kami bisa jual kembali untuk bayar utang.

Apakah kami rugi? Sekali lagi tidak. karena semua modal usaha adalah utang. Dan jika kami menjual seluruh aset detik ini saja, kami bisa melunasi seluruh utang-utang kami.

Semoga bermanfaat karena acara Ngopi dan Ngobrol kita siang ini berakhir sudah hingga episode berikut,

Pesan artikel ini, hemat pangkal kaya, rajin juga pangkal kaya! Atau dengan apa kah anda bisa mencicil utang jika tidak rajin hemat? Atau apa yang anda hemat jika tidak pintar mengelola keuangan,

Dan kata Steve Jobss, Gelar itu tidak penting. Tapi maut adalah motivasi. Sadari bahwa hidup kita miskin karenanya kita punya harapan untuk kaya. Sadari kita terhina, karenanya kita punya harapan untuk terhormat. Dan dalam buku Find your own miracle mengatakan, disetiap benih pendiritaan dan kepahitan terdapat buah kesuksesan.

Selamat menjalan ibadah puasa bagi yang menjalankan. Selamat berlibur buat yang lainya.

Oleh:

Setianus Zai

Pemilik Kafe Ngopngob

dan Pendiri Lembaga kursus Bintanface

Dan bagi anda yang ingin mendapatkan konsulatasi

adan bisa hub saya di WA 0813 3375 5524 Mr Zai

BAGIKAN

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY