BERBAGI
Mahasiswa Unrika dan orangtua Syabilla, saat bertemu di RSAB Batam | Foto : Ned

CENTRALBATAM.CO.ID, BATAM – Adinda Nur Syabilla, bayi yang dilahirkan pada 27 Januari 2017 lalu dari ‎pasangan M Sumarlin (34) dan Evi Darmayati (33), mengalami kelainan pisik di bagian kepala.

Lebih spesifik, kelainan itu tergambar dengan kondisi otak yang berada di luar kepala yang tentunya sangat berbahaya jika terlambat ditangani.

Dalam kondisi itu, anak kelima dari pasangan suami-istri ‎tersebut tampak terbaring lemah dan membutuhkan kucuran dana hingga lebih dari Rp 65 juta, untuk penanganan medis.

Dengan keterbatasan biaya, orangtua Syabilla hanya mampu berdoa dan mengharap bantuan dari setiap insan yang tergerak hatinya melihat keadaan bayi mungil itu.

Prihatin akan kondisi Syabilla, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum dan Fisipol, Komisariat HMI, serta PIK GENRE Unrika Batam langsung bergerilya untuk me‎nggalang dana.

Berpayungkan terik mentari dan hembusan angin kencang, para mahasiswa ini tak patah semangat untuk membantu mencari biaya medis si bayi mungil, Syabilla.

Mampu mengumpulkan Rp 8,35 juta, para mahasiswa/i itu langsung bergegas menuju RS Awal Bros, Baloi, Batam untuk menyerahkan sedikit bantuan yang berhasil digalang itu.‎

‎”Kami kumpulkan dana, dan kami serahkan ke orangtua Syabilla di RS Awal Bros,” kata Yasin, salah seorang mahasiswa Unrika, Batam, Selasa (21/2/2017) sore.

Kedatangan para mahasiswa itupun disambut baik oleh kedua orangtua Syabilla.‎ Dengan raut wajah yang terkesan lelah, lantaran kurang istirahat. Keduanya menerima bantuan itu dengan penuh sukacita.‎

Baca Juga:  Api Terus Berkobar, Kapal Ikan Ikut Terbakar di Kampung Bugis Tanjungpinang
Mahasiswa Unrika dan orangtua Syabilla, saat bertemu di RSAB Batam | Foto : Ned

“Ya Allah, mulia sekali niat adik-adik mahasiswa sekalian. Kami ucapkan terima kasih sekali. Kami terima bantuan ini dengan ucapan Bismillah dan Alhamdulillah,” papar ayah Syabilla, M Sumarlin.

Meski telah memberikan sedikit bantuan, seluruh mahasiswa yang hadir masih tampak sedih melihat Syabilla yang terbaring lemah di tempat tidur pasien rumah sakit itu.

“Kasihan lihat kondisinya, sedih sekali,” ungkap Vonny, mahasiswa lainnya.

Di ketahui, hingga saat ini kedua orangtua bayi masih membutuhkan banyak dana untuk dapat melanjutkan penanganan medis sang puteri bungsu itu.

Tanpa kenal lelah, sang ayah tetap mencari berbagai pemasukan dengan cara yang halal untuk bisa sesegera mungkin memulihkan kondisi pisik sang puteri tercintanya.

“Pagi malam saya cari uang, biar Syabilla bisa segera ditangani. Tapi masih belum cukup, kami sangat mengharapkan bantuan, bagi saudara-saudaraku semua yang tahu dan melihat kondisi puteri kami ini. Dan kami sangat berterima kasih atas bantuan yang datang. Kami hanya mampu membalas kebaikan dengan doa yang tulus,” ungkap haru sang ayah.

Saat dikonfirmasi, beberapa dokter di RS itu masih enggan berkomentar luas dalam menanggapi kelanjutan penanganan medis Syabilla. “Kami masih terus koordinasi, ‎nanti sajalah ya,” papar seorang dokter yang sempat ditanyai akan kondisi Syabilla.‎

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY