CENTRALBATAM.CO.ID, –Bicara masalah Pemimpin tidak lepas dari gaya mereka memimpin. Ada yang memimpin dengan gaya otoriter / militer, dan ada juga pemimpin dengan gaya demokratis, delegatif, biroktatis dan lain sebagainya.
Umumnya, gaya pemimpin dengan otoriter atau militer biasanya banyak digunakan untuk menunjuk bawahan melakukan sesuatu. Hal ini memang efektif karena sangat jarang bawahan melawan atasan. Artinya cukup dengan modal jari telunjuk, bawahan akan bergerak ke arah itu.
Jika banyak pemimpin cukup memakai telunjuk untuk melakukan sesuatu, tidak dengan pimpinan di Kelurahan Kawal ini. Dia adalah, Lurah Kawal, Wira Irawan.
Sekilas dilihat penampilan Wira Irawan memang sedikit tegas dan lugas. Hanya saja, dalam berbagai situasi ia memakai gaya kepemimpinan Situational. Artinya, ia selalu melihat situasi sebelum bertindak.
Gaya kepemimpinan ini ditunjukkan oleh Wira Irawan saat acara peresmian Aneka Kuliner Kawal (AKAW) di lapangan GOR Kelurahan Kawal, Kecamatan Gunungkijang, kemarin (25/7) malam.
Ditengah hujan yang bisa membasahi sekujur tubuh, sang Lurah enggan memakai telunjuk. Justru ia malah memberikan contoh dengan mengangkat kursi dan meja serta keperluan peresmian AKAW itu.
Alhasil, salah satu dokter di wilayah itu, Hendro memberikan apresiasi dengan berkata “Salut. Ini baru contoh pemimpin yang demekratis. Ia menunjukan apa yang harus dilakukan, sehingga bawahan secara otomatis ikut melaksanakan”
Sementara itu, Wira Irawan pada media ini mengatakan menjadi seorang pemimpin itu tidak mudah. Karena harus menyesuaikan kondisi. Hal ini yang membuat dirinya memakai gaya pemimpin situasional.
“Ada saatnya kita harus keras untuk bawahan jika perlu. Ada kalanya harus lembut dan diam. Artinya sesuai dengan keadaan,”akunya, Wira Irawan.
Muda dan penuh semangat itulah sosok Lurah Kawal, Wira Irawan. Jiwa mudanya ia menggunakan untuk mempelajari banyak hal mulai dari cara memimpin hingga bekerja efektif.
Hal ini ia lakukan demi mewujudkan cita-citanya menjadi ASN yang pantas untuk ditiru dan tidak sekedar mendapat jempol.
“Kerja keras dan memberikan contoh yang baik, itulah yang ingin saya lakukan. Karena bicara masalah sempurna tidak mungkin kita capai. Jadi setidaknya, lakukan yang terbaik,”akunya, Wira Irawan.
Pembukaan AKAW sendiri dilakukan oleh Bupati Bintan, Apri Sujadi kemarin (26/7). AKAW ini sengaja dibuka untuk meningkatkan roda perekonomian di wilayah itu di tengah covid-19.
Pada kesempatan itu, Apri Sujadi meminta agar para pedagang dan pengunjung dapat mematuhi protokol kesehatan. Sehingga ekonomi dapat pulih dan terhindar dari covid-19 dapat dilakukan secara bersamaan.
“Situasi new normal atau normal baru ini bukan berarti kita tidak perlu mematuhi protokol kesehatan. Usaha bisa dijalankan, tapi patuhi juga protokol kesehatan,”tutupnya. (Ndn)

