BERBAGI
Foto Klarifikasi di Ruang Rapat Kelurahan MKP

CENTRALBATAM.CO.ID, TANJUNGPINANG –Lurah Melayu Kota Piring, Zulkifli serta pihak Dinas Sosial Kota Tanjungpinang membantah jadikan bola pimpong warga yang kena prank dapat BLT.

Hal ini disampaikan untuk mengkalirifikasi berita media ini kemarin (20/5) judul “Kena Prank Dapat BLT, Warga Ini Malah Dipimpong Lurah dan Dinsos Tanjungpinang”

Kena Prank Dapat BLT, Warga Ini Malah Dipimpong Lurah dan Dinsos Tanjungpinang

Dalam berita disebutkan bahwa seorang warga, RT.1/RW.07 Kelurahan Melayu Kota Piring (MKP), yang tengah hamil tua, Asilina Zebua kena prank dapat bantuan langsung tunai (BLT) dari pusat. Usai mendapat prank kemudian oleh kelurahan setempat serta Dinas Sosial (Dinsos) Pemkot Tanjungpinang, yang bersangkutan dibuat seperti bola pimpong.

Selain itu, warga tersebut juga mendapati namanya termasuk dalam penerima BLT Kemensos Republik Indonesia setelah mengecek informasi ID DTKS dari sebuah link di media sosial.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Dinas Sosial Kota Tanjungpinang, Riawati menjelaskan bahwa link (web) yang didapat oleh yang bersangkutan di media sosial tersebut hanya bisa mengecek penerima terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) sebagai peserta BPNT maupun PKH, tetapi tidak bisa mengetahui apakah masuk sebagai penerima Bantuan Sosial Tunai (BST) Kemensos.

Namun setelah dilakukan pengecekan, kata Ria, yang bersangkutan namanya memang tidak masuk ke dalam penerima BST kota Tanjungpinang yang disampaikan Kemensos melalui PT. Pos Tanjungpinang.

“Berdasarkan ID Basis Data Terpadu (BDT) yang bersangkutan terdaftar di daerah Kabupaten Nias Propinsi Sumatera Utara. Kalau memang masuk sebagai peserta dari Kota Tanjungpinang, ID BDT atas nama Asilina Zebua akan berubah menjadi 2172xx.xx yang menunjukkan kode ID wilayah kota Tanjungpinang dan dilanjutkan kode kecamatan dan kelurahannya,” jelasnya saat mengkalirifikasi berita itu di ruang rapat Kantor Kelurahan MKP, Rabu (21/5/2020)

Terkait yang bersangkutan mengaku telah dicueki oleh salah satu staff kelurahan Melayu Kota Piring Dinsos, Ria menjelaskan ada kesalah pahaman oleh yang bersangkutan. Pasalnya, saat Asilina Zebua datang ke Dinsos kebutulan pembagian kartu sembako. Hal ini yang membuat staff Dinsos di sana saat itu mengatakan “Ini bukan pembagian BLT, tapi pembagian kartu sembako,”

“Bisa jadi, karena saat petugas sedang sibuk membagikan kartu sembako yang bersangkutan datang dan berpikir sedang ada pembagian BLT. Ya jelas petugas saat itu menjawab ini pembagian sembako dan bukan BLT,”akunya Ria.

Bantahan yang sama juga di sampaikan Lurah Melayu Kota Piring, Zulkifli Eko Purwanto.

Zulkifli menegaskan dirinya bahkan sudah menemui warganya bernama Asilina Zebua dan menyampaikan penjelasan bahwa yang bersangkutan bukan penerima BST.

“Tadi siang, warga tersebut sudah dipanggil. Kami jelaskan bahwa yang bersangkutan tidak terdaftar  sebagai penerima BST, karena tidak tercatat dalam daftar nama 66 orang penerima BST yang dikirim dinsos ke kelurahan Melayu Kota Piring,” terangnya.

Tetapi, lanjut Zul, warga tersebut masuk sebagai penerima bantuan sembako Covid-19 tahap satu. Walaupun yang bersangkutan sudah tidak tinggal lagi di wilayah kelurahan Melayu Kota Piring kurang lebih 4 tahun.

“Jadi intinya, kami sangat peduli terhadap masyarakat karena ini merupakan pesan dari wali kota Tanjungpinang. Makanya, meskipun Asilina Zebua ini sudah empat tahun tidak di sini tetap kami perhatikan. Dan buktinya, dia dapat sembako pada tahap ke satu kemarin,” timbal Zul.

“Kalau bicara cuek terhadap warga, itu tidak mungkin kami lakukan. Karena saya pribadi pernah merasakan menjadi orang miskin. Jadi tidak mungkin saya setega itu,” tambahnya.

Selain itu, berdasarkan penelusuran data dari dinas sosial dan pendamping Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), Warga tersebut tidak ada dalam data sistem penerima DTKS kemensos wilayah kelurahan Melayu Kota Piring kota Tanjungpinang.

“ID DTKS atas nama Asilina Zebua itu, kode wilayahnya masuk Kabupaten Nias, Propinsi Sumut. Dan ini kemarin kami sudah jelaskan. Namun karena mungkin harapannya sangat besar agar mendapat BLT ini jadi ngotot sehingga kurang memahami apa yang kami jelaskan bersama Dinsos,” jelasnya.

Kepala Dinas Sosial Kota Tanjungpinang, Amrialis menambahkan, terkait bantuan BLT ini mulai dari sembako hingga BLT pihak RT / RW, Kelurahan hingga Dinsos sudah bekerja keras agar semua masayarakat yang terdampak covid-19 dapat bantuan. Untuk itu, ia berharap agar masyarakat dapat memahami serta media membantu menenangkan situasi.

“Kami semua sudah bekerja keras. Tapi bagaimanapun, kami juga mohon maaf jika ada sikap kami atau staff yang kurang memuaskan hati masyarakat. Karena intinya, kami selalu berusaha memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat,”paparnya.

Asilina Zebua Misinformasi.

Setelah media ini kembali melakukan wawancara dengan Asilina Zebua terkait informasi ia mendapat BLT sebanyak Rp 600.000 dari pusat ternyata dari dari group medsos Facebook Rumah Kebaya Vera yang di posting oleh Ervita Bakara pada tanggal 18 Mei 2020.

Dalam postingan itu juga dimemuat link kemensos untuk diisi data oleh penerima BLT. Postingan Facebook mendapati namanya.

Postingan di Group Media Facebook

Dengan adanya nama atas Asilina Zebua, ia beranggapan bawah pasti dapat karena kurangnya pehamanan bahwa data itu merupakan data Kabupaten Nias, Sumatra Utara tahun 2015 lalu. Sehingga tidak begitu percaya penjelasan baik dari pihak RT, Lurah maupun dari Dinsos Pemkot Tanjungpinang.

Atas kejadian ini, Dinas Kominfo Pemkot Tanjungpinang, Teguh menghimbau kepada masyarakat agar terlebih dahulu melakukan pengecekkan berbagai informasi yang tersebar di media sosial. Sehingga tidak terjadi miskomunikasi yang pada akhirnya menimbulkan keresahan masyarakat sendiri.

“Jadi pesan saya, mohon setiap informasi yang beredar agar terlebih dahulu diteliti. Sehingga tidak terjadi miskomunikasi yang dapat menimbulkan keresahan dan kekacauan di tengah covid-19 ini. Sehingga pemerintah dapat focus dalam penanganan pandemic ini,”pungkasnya. (Ndn)

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY