BERBAGI
Luki Zaiman Prawira bersama kabid pemasaran Parwisata Asia Tenggara, Rizky

CENTRALBATAM.CO.ID, BINTAN –Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Bintan, Luki Zaiman Prawira mengatakan akan menjadikan Bekas bangunan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Binta sebagai tempat penjualan hasil produk usaha kecil menengah (UKM) masyarakat Bintan.

Hal ini disampaikan oleh Luki karena usai perhelatan MTQ ke 4 tingkat Provinsi Kepri tahun 2012 silam di Kantor Dispar Bintan, Teluk Bakau, Gunung Kijang gedung ini tidak pernah dipakai untuk acara yang sama. Untuk itu, pihaknya berinisial memanfaatkanya agar hasil UKM di Bintan mendapat tempat penjualan.

Luki mengatakan, setelah dijadikan sebagai tempat jualan hasil UKM, dirinya akan melakukan sosialisasi ke beberapa Hotel dan Resorts yang di Bintan.  Tujuanya, agar tamu-tamu yang menginap disana dapat dibawa melihat produk hasil karya anak Bintan.

Baca Juga:  Si Jago Merah Ngamuk, Satu Nyawa Melayang dan Rumah Hangus Terbakar

Luki menambahkan, dengan beralih-fungsi gedung ini nantinya dapat menjadi objek wisata baru di Bintan.

“Sangat menyambut baik (Rencana pengalihan fungsi MTAQ), dan apa bila sudah terlaksana maka Dispar akan mensosialisasikan ke hotel-hotel dan resort yang ada. Nantinya bisa menjadi destinasi wisata baru yang  bisa dinikmati oleh wisatawan,” Luki, Minggu (26/2).

Dia menyampaikan bekas bangunan MTQ yang akan digunakan sekitar delapan bangunan dengan ukuran 4 x 4 meter. Pemanfaatan bangunan untuk UKM sebelum pemerintah daerah menggunakannya kembali. Hasil-hasil UKM ini diharapkan dapat mendongkrak pendapatan pemerintah dan masyarakat.

“Bangunannya sudah bisa digunakan tinggal menunggu hasil UKM yang akan dijual,” ungkapnya.

Peralahin fungsi gedung karena sebelumnya, Ketua Kelompok Diskusi Nusantara Billy Jenawi mendesak pemerintah untuk pemanfaatan kios-kios yang sudah dibangun pemerintah sebagai saran tempat bagi para penggiat UKM. Menurut dia, perkembangan pariwisata tidak hanya mengandalkan alamnya.  Namun, masih banyak yang harus diperhatikan mulai dari sisi keamanan, usaha kecil dan menengah (UKM), dan tenaga kerjanya. Untuk meningkatkan pariwisata Bintan, pemerintah harus merangkul UKM karena bisa sebagai penopang perekonomian pariwisata.

Baca Juga:  KPU Bintan Tetapkan "Bupati Indonesia" Sebagai Pemenang Pilkada

“UKM bisa dijadikan sebagai penopang ekonomi, pemerintah harus merangkulnya. Keterlibatan UKM sangat penting untuk perkembangan potensi ekonomi Bintan,” kata Billy.

Mesikipun demikian, Billy menyangkan sampai saat ini masih banyak kios-kios yang sudah dibangun pemerintah untuk UKM tidak dimanfaatkan dengan baik. Padahal jika dikembangkan lebih baik lagi akan dapat meningkatkan ekonomi pariwisata. (Ndn)

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY