CENTRALBATAM.CO.ID, BATAM-Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan mengatakan akan menuntaskan masalah labuh jangkar kapal di Batam yang sampai saat ini tidak jelas siapa pihak yang bertanggungjawab.
“Saya tadi lihat dari helikopter. Pak Gubernur bilang itu tidak jelas siapa yang menerima uangnya. Inikan aneh, masak di depan mata tapi nggak tahu siapa bertanggungjawab,” kata Luhut di VVIP Bandara Internasional Hang Nadim Batam, Jumat (10/3/2017).
Hal tersebut disampaikan Luhut usai meninjau sebuah indusri di Batam, termasuk Pulau Tolop di Belakang Padang yang berdekatan dengan Singapura.
Dengan reklamasi yang terus dilakukan Singapura, maka lahan pada negara tersebut untuk labuh jangkar kapal-kapal besar menjadi berkurang dan seharusnya menguntungkan Indonesia.
“Seharusnya banyak pendapatan dari sektor itu ke pemerintah. Jadi harus ada solusi karena tidak mungkin itu tidak bayar,” katanya.
Luhut mengatakan Selasa (14/3/2017) atau Rabu (15/3/2017) depan permasalahan tersebut dan hal-hal lain yang masih banyak kendala akan dibahas bersama Gubernur Kepri dan instansi terkait. Rapat akan dilaksanakan di Jakarta.
“Permasalahan lain yang tadi saya liat dan disampaikan pengusaha akan dirapatkan juga di Jakarta. Kami ingin mencari solusi sehingga semua jelas siapa terima dan siapa bertanggungjawab,” kata Luhut.
Dia mengatakan, sebelumnya juga sudah melihat Pulau Nipa yang menjadi pulau terdepan berbatasan dengan Singapura yang rencanannya sebagian akan menjadi wilayah komersil.
“Selama ini masih banyak yang mengedepankan ego sektoral sehingga banyak yang tidak jelas. Kami ingin mencari solusinya agar mendapat manfaat dari potensi yang ada di Batam,” katanya.
Luhut mengatakan, Indonesia ini sangat luas dan ada berbagai masalah. Jadi satu persatu akan diselesaikan sehingga potensi yang ada bisa dimanfaatkan dengan maksimal.
“Jadi memang saya kesini untuk mendengarkan keluhan, dan mengidentifikasi masalah yang masih ada. Jadi spiritnya memang mencari solusinya,” kata Luhut. (ant/ctb)

