BERBAGI
Lomba Jong dalam festival keter di Bintan ramai dikunjungi warga

CENTRALBATAM.CO.ID, BINTAN – Ratusan warga memadati pantai untuk menyemarakan Festival Keter Binntan yang berlangsung di Kelurahan Tembeling Tanjung, Kecamatan Teluk Bintan, Kabupaten Bintan, Kepri, Jumat (14/2/2020).

Peserta dalam fistival tersebut tidak hanya diikuti warga Bintan, tapi juga ada warga yang berasal dari Tanungpinang, Penyengat, Tanjung Siambng dan lainnya.

Wakil Bupati Bintan, Dalmasri Syam langsung membuka festival Keter Bintan yang dikuti sekitar 200 peserta.

“Festival ini digelar setiap tahunnya dan menjadi agenda rutin. Festival ini merupakan agenda rutin yang dibuat masyarakat,” kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Bintan, Wan Rudi,Jumat (14/2/2020).

Wan Rudi menjelaskan, dalam festival ini selain memperlombakan jong (sampan layar kecil) juga disemarakkan dengan permainan rakyat serta hiburan festival dangdut.

Pemain rakyat yang diperlombakan dalam menyemarakan festival keter itu antara lain, lomba pangkak gasing, gebuk bantal. Kemduian lomba karaoke di malam hari untuk hiburan masyarakat dan lain sebagianya,” katanya.

Dia berharap, festival ini bisa melestarikan permainan jong yang menjadi budaya turun temurun masyarakat Melayu.

“Kita ingin daerah kita berkembang menjadi destinasi wisata di Bintan. Rencananya ke depan, kita coba dengan jong race. Kita tandingkan di event wisata international di Lagoi. Mudah-mudahan bisa menjadi event yang lebih menarik dan menarik minat wisman menontonnya,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Sulaiman salah satu peserta Jong menyampaikan, dirinya sering mengikuti lomba Jong tersebut.

“Kalau saya sudah sering ikut lomba jong ini. Ini yang kesekian kalinya saya ikuti,” katanya.

Ia mengisahkan bahwa permainan Jong sudah ada sejak lampau. Dimana permainan ini sebelumnya dimainkan anak-anak nelayan.

Permainan jong inipun dulunya dibuat seadanya saja dengan layar plastik. Namun, saat ini Jong sudah dibuat rapi dan dikemasi layar kain warna warni.

“Permainan ini memang sangat menarik, dan asik jika dimainkan ketika angin kencang. Ini merupakan permainan rakyat yang tidak boleh di tinggalkan dengan kemajuan zaman saat ini,” tutupnya.(ndn)

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY