BERBAGI
Anggota Komisi I DPRD Kota Batam Lik Khai

CENTRALBATAM.CO.ID, BATAM – Proyek pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Badan Pengusahaan (BP) Batam, yang berkerjasama dengan PT Hansol membuat sejumlah rumah warga banjir. Hal ini terjadi di Perumahan Citra Indah, Batam Center.

Kondisi ini mendapat sorotan dari Komisi I DPRD Kota Batam. Anggota Komisi I DPRD Kota Batam, Lik Khai menilai proyek dari Korea dianggap sebagai proyek abal-abal.

Hal ini dikarenakan adanya instalasi pipa IPAL yang berada tepat di atas saluran drainase perumahan tersebut.

Ia juga mempertanyakan perizinan proyek tersebut kepada Dinas PUPR dan Dinas Lingkungan Hidup. Tak hanya itu, Komisi I DPRD Kota Batam sudah berulang kali melakukan RDP dan sidak ke Perumahan Citra Indah tersebut.

Baca Juga:  Pemko Batam Terima Bantuan 12.000 Masker dari PT Shimano, Jefridin : Prokes Jangan Diabaikan

Diakuinya memang selama ini PT Hansol mengganti rugi untuk rumah warga yang rusak akibat banjir dan longsor. Sayangnya hal tersebut bukan menjadi solusi, lantaran banjir terjadi setiap hujan, walaupun tidak hujan deras.

“Yang perlu dicatat, saluran drainase ini bukan hanya untuk perumahan Citra Indah saja. Itu drainase besar yang juga digunakan oleh Perumahan Center Park, Harapan Utama, dan Perumahan Raflesia. Kebetulan saja Citra Indah berada di ujung drainase itu,” ujar Lik Khai, Jumat (8/1/2021).

Menjadi drainase utama untuk beberapa perumahan, Lik Khai mengingatkan bahwa lebar drainase utama tersebut hanya 3 meter.

Namun kondisi tersebut diperparah dengan adanya instalasi saluran IPAL oleh PT. Hansol yang membutuhkan lebar 2 meter serta keberadaan bak kontrol di atas saluran drainase tersebut.

Baca Juga:  Kerugian Negara Capai Rp 674 Juta, Mantan Kades dan Kaur Keuangan Desa Limbung di Lingga Jadi Tersangka

Dengan memakan area drainase utama ini, kini warga Perumahan Citra Indah harus menerima genangan air pembuangan rumah tangga, yang kerap masuk hingga ke dalam rumah.

“Ironisnya bukan hanya air dari parit saja. Bahkan kotoran dari septik tank juga ikut masuk ke dalam rumah warga. Kenapa demikian, karena IPAL itu bahkan dipasang melintang di drainase yang hanya berukuran tiga meter, dan kini sudah berkurang lebarnya karena areanya dimakan proyeknya IPAL PT. Hansol,” tegasnya.

Adapun permasalahan ini, diungkapnya sempat mendapat jalan keluar dikarenakan akan dilakukannya pembongkaran oleh Dinas Bina Marga Pemko Batam beberapa waktu lalu.

Namun pembongkaran ini terhenti dikarenakan kedatangan Manager Pengelolaan Lingkungan Badan Usaha Fasilitas Lingkungan BP Batam, Iyus Rusmana yang meminta agar diberikan waktu hingga Senin mendatang.

Baca Juga:  Warga Masih Enggan Divaksin, Camat Siantan Selatan Akan Door to Door

Ia menambahkan, pihaknya sempat berkomunikasi secara pribadi dengan Iyus. Namun komunikasi tersebut juga tidak mendapat jalan keluar bagi warga di Perumahan tersebut.

“Dia (Iyus) bilang itu boleh dilakukan dengan kondisi lebar drainase 15 meter. Tapi kenyataannya drainase utama itu hanya 3 meter. Untuk itu kami jadi mau tahu siapa pemberi izin untuk membangun pipa yang menyumbat saluran air pembuangan warga,” sesalnya. (dkh)

Baca berita menarik CENTRALBATAM.co.id lainnya di Google News 

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY