BERBAGI
Petugas RSUD Embung Fatimah Kota Batam saat mempersiapkan peti jenazah untuk membaw jasad pasien positif covid-19 meninggal dunia, Minggu (22/3/2020)

CENTRALBATAM.CO.ID, BATAM – Lebaran Idulfitri 1442 Hijiriah atau tepatnya Kamis (13/4/2021), pasien terkonfirmasi positif Covid-19 bertambah sebanyak 18 orang.

Sebanyak 13 di isolasi mandiri dan sisanya di isolasi di RSBP, RSEL dan RSUD.

Satu diantaranya, merupakan seorang anak berusia 1 tahun dan saat ini sedang menjalani isolasi mandiri.

Sebanyak 18 orang ini berasal dari Kecamatan Nongsa, Sungai Beduk, Sekupang, Sagulung, Lubuk Baja dan Batu Ampar.

Namun dihari yang sama, sebanyak 1 orang pasien terkonfirmasi Covid-19 dinyatakan sembuh. Yakni nomor kasus 7276 atas nama Nunung Hodijah.

Pasien tersebut berumur 41 tahun, bekerja sebagai karyawan swasta dan tinggal di Kelurahan Tanjung Uma Kecamatan Lubuk Baja. Dirawat di RSELB. Termasuk klasifikasi asimptomatik dan nomor sembuh 7046.

“Sudah diperbolehkan pulang dari rumah sakit. Saat ini kondisi bersangkutan dalam keadaan sehat dan stabil,” ujar Ketua Bidang Kesehatan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Batam, Didi Kusmarjadi.

Berdasarkan data Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Batam pada Kamis (13/5/2021), jumlah yang menjalani isolasi mandiri sebanyak 341 orang. Sisanya menjalani isolasi di Rumah Sakit seluruh Kota Batam.

Baca Juga:  Terkait Perpanjangan PPKM, Bintan Tetapkan Jam Operasinal Warung

Adapun perinciannya, di RS Awal Bros sebanyak 49 orang, RS Bhayangkara 28 orang, RS Budi Kemuliaan sebanyak 5 orang, RS Harapan Bunda sebanyak 17 orang, RS Keluarga Husada sebanyak 2 orang dan RS Graha Hermine 14 orang.

Selanjutnya, di RS Soedarsono D 3 orang, RSUD Embung Fatimah 36 orang, RS Elisabeth Sei Lekop 15 orang, RS Elisabeth Batam Kota 49 orang, RS Elisabeth Lubuk Baja sebanyak 25 orang dan RS BP Batam sebanyak 16 orang.

Sebelumnya diberitakan, pasien terkonfirmasi positif Covid-19 bisa isolasi mandiri dirumah dan tak perlu dirumah sakit. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi

“Kalau aturan kita, gejala yang ringan memang kita kirim ke Rumah Sakit. Tapi kalau dirumah ada syaratnya,” ujar Didi.

Salah satu syaratnya, dirumah harus memiliki kamar yang ada kamar mandi dalam.

Namun kalau tak ada, maka tidak diperbolehkan oleh Tim Gugus Tugas.

Baca Juga:  PPKM Level 4 Berlaku Hingga 25 Juli, Wali Kota Batam Ajak Masyarakat Komitmen Jalankan Imbauan Pemerintah

“Dasarnya itu, dengan catatan rumahnya itu harus miliki syarat. Kamar mandi di dalam kamar. Kalau ada itu kita kasih. Tapi kalau gak ada seperti kemarin ada keluarga yang kamar mandi diluar itu gak diperkenankan walau ringan. Kita kirim akhirnya ke galang,” katanya.

Namun sejauh ini angka hunian di rumah sakit nomor dua terbanyak di Indonesia setelah Kalimantan Selatan.

Mulai meningkatnya tren ini, diakui Didi sejak pihaknya melakukan presentasi di hadapan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) RI, Letjen Doni Monardo saat kunjungan kerja, Senin (19/4/2021) lalu.

Dalam presentasi tersebut, Batam kemudian mendapat catatan khusus mengenai banyaknya kamar isolasi di rumah sakit, yang digunakan bagi pasien dengan kategori ringan dan sedang.

Sebanyak 7 hotel di Kota Batam digunakan untuk tempat karantina mandiri pasien terkonfirmasi positif Covid-19.

Namun sejauh ini baru 6 hotel yang digunakan.

Hal ini dibenarkan oleh Satgassus Covid-19 Kepri, yang juga Danrem 033/WP Brigjen TNI Jimmy Ramoz Manalu.

Dimana, hotel yang sudah digunakan terse, ada hotel di Batuampar, di Lubuk Baja, Batam Kota, Batuampar dan Nagoya.

Baca Juga:  Peduli Nelayan Yang Terdampak PPKM, Kapolres Bintan Bagikan Sembako

Sebanyak 78 orang dirawat di enam hotel itu.

Selain itu, ada tiga rumah susun dan Shelter P4TKI Batam, yang digunakan untuk karantina bersama.

“Di Shelter P4TKI Batam Kota juga sudah digunakan dan sampai Rabu kemarin ada satu orang menjalani isolasi disana. Jadi total WNA yang karantina mandiri, ada 17 orang,” katanya.

Di salah satu hotel di Batuampar, 17 orang menjalani karantina mandiri. Kemudian, di salah satu hotel di Lubuk Baja, ada 38 orang yang menjalani karantina. Terdiri dari 29 orang WNI dan 9 orang WNA.

Kemudian, disalah satu hotel di Batam Kota, sebanyak 17 orang menjalani isolasi.

Dimana, 14 WNI dan tiga orang WNA. Di hotel di Batuampar, 2 orang menjalani karantina.

Masing-masing 1 orang WNI dan 1 orang WNA.

Kemudian dua hotel lainnya di Jodoh Batuampar menampung tiga empat orang WNA.

Masing-masing tiga dan satu orang WNA.(dkh)

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

Tinggalkan Balasan