CENTRALBATAM.CO.ID, TANJUNGPINANG – Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) IV Tanjungpinang langsung mengerahkan dua kapal perang untuk melaksanakan pencarian korban
Adapun kapal yang dikirimkan, ialah KRI Cucut 886 dan KRI Parang 647 untuk mencari 10 korban yang hilang, pasca tabrakan antara kapal perang Amerika dan kapal tanker.
Selain kapal perang, juga dikirimkan helikopter NV 409 untuk melakukan pemantauan udara.
Danlantamal IV Tanjungpinang, Laksamana Pertama (Laksama) Eko Suyatno langsung memerintahkan dua kapal. Selain dari Lantamal IV juga dari Guskamlabar yang berlokasi di Batam menurunkan kapal untuk menyisir di lokasi kejadian.
“Jadi dalam kecelakaan ini kita minta Guskamla juga untuk menggerakan dua unsur kapal dan satu helikopter NV 409. Kita menuju ke lokasi kejadian yang masih diwilayah teritorial kita,” kata Eko perwira tinggi bintang satu itu, Senin (21/8/2017).
Dari hasil pantauan, kapal perang AS masih dalam kondisi baik. Hanya saja, beberapa bagian mengalami kerusakan akibat benturan hebat.
Lebih lanjut dikatakannya, upaya itu dilakukan mengingat lokasi kejadian yang dekat dengan perbatasan. Selain itu juga beberapa upaya yang dilakukan Lantamal IV tak lain adalah sebagai misi kemanusiaan. Sehingga lantamal langsung bergerak setelah mendapatkan informasi terjadinya kecelakaan.

“Setelah ada informasi dan kordinasi kita langsung turun. Ini tak lain sebagai misi kemanusiaan. Kita sisir lokasi kejadian. Karena wilayah berdekatan dan mengantisipasi adanya beberapa barang atau korban yang terbawa ke sebelah selatan wilayah kita,” tambahnya.
Selain itu juga pihaknya baru mengetahui info awal yang menyatakan ada 10 korban awak kapal yang hilang. Selain itu saat ini kapal pun sedang ditarik ke Singapura untuk dilakukan evakuasi. Menurut Danlantamal, Kapal masih bisa diamankan dan dibawa ke Singapura tanpa kerusakan parah.
“Kapal masih bisa ditarik ke Singapura. Tidak mengalami kerusakan parah. Kapal masih bisa jalan. Untuk korbanya info yang saya terima ada 10 katanya yang belum ditemukan,” kata Eko lagi.
Pihaknya tidak mengetahui secara persis. Karena setelah kejadian pihak otoritas Malaysia dan Singapura yang langsung ke lokasi kejadian karena di lokasi kejadian yang telah melakukan pencarian sejak awal.

