CENTRALBATAM.CO.ID, BINTAN –Ketua DPRD Bintan, Lamen Sarihi pernyataan Nesar Ahmad yang menyebutkan dirinya sudah bukan ketua DPRD Bintan.
Hal ini disampaikan Lamen Sarihi menanggapi pemberitaan sebelumnya yang menyatakan Nesar Ahmad menyebutkan dirinya dan beberapa fraksi tidak mau rapat jika masih dipimpin oleh Lamen Sarihi.
Lamen menyatakan, jika berdasarkan surat yang dikeluarkan pada tanggal pada tanggal 14 Maret 2017 itu maka secara aturan dan mekanismenya salah. Pasalnya, menurut Lamen di DPRD tidak ada istilah Pelaksana Tugas (plt).
“Di DPRD itu tidak ada yang namanya plt. Tidak ada yang namanya pelaksana tugas. Yang ada itu dilaksanakan oleh Pimpinan Sementara apabila Ketua berhalangan tetap. Tapi mekanismenya harus ada Pemberhentian Ketua dulu baru bisa dilimpahkan pada Pimpinan Sementara namanya,” jelas Lamen (19/6).
“Sambil menunggu ketua yang defenitif, baru dipimpin oleh ketua sementara. Jadi bukan begini caranya,” tegasnya.
Lamen menambahkan, jika ada pemberhentian terhadap dirinya maka terlebih dahulu harus ada SK Gubernur. “Jadi harus ada pemberhentian dulu baru. Nah kapan itu pemberhentian? Harus ada SK Gubernur dulu yang kemudian dari SK gubernur ini disampaikan ke DPRD,” jelasnya.
Ia menambahkan, setelah SK Gubernur ini disampaikan ke DPRD baru diusulkan Pimpinan Sementara yang disampaikan dalam Sidang Paripurna.
Meskipun demikian, Lamen tidak mempermasalahkan surat tersebut. Ia hanya mengingatkan bahwa setelah terpilihnya Setya Novanto sebagai Ketua Umum DPP Golkar usai kisruh ditubuh Golkar (Kubu ARB vs Agung Laksono), maka tidak ada lagi istilah pecat-memecat.
“Kan dengan MUNASLUB Partai Golkar di Bali dengan terpilihnya SETYA NOVANTO Partai Golkar sudah Islah sudah kembali bersatu. Lalu kenapa pulak di Kepri masih kisruh,” ujar Lamen.
Lebih lanjut Lamen mengatakan, kisruhnya Golkar di Kepri khususnya di Bintan ini, dicurigai karena ketua DPD Partai Golkar Propinsi Kepri, Ansar Ahmad ingin memperjuangkan Nesar Ahmad jadi ketua DPRD Kab. Bintan. Hal ini kata Lamen mengacu pada prinsip KKN karena Nesar Ahmad itu adalah merupakan adik kandung Ansar Ahmad yang merupakan ketua DPD Partai Golkar Bintan sdr. Nesar Ahmad.
“Iya itu tadi, karena setelah Golkar bersatu dibawah kepemimpinan (Setya Novanto) Golkar harusnya sudah tidak ada masalah. Tapi kalau di Bintan masih ada kisruh ini kemungkinannya karena ingin mengangkat sang adik kandungnya jadi ketua Dprd Bintan,” tutupnya. (Ndn).

