BERBAGI
Saksi Allan Suharsad (tengah) saat memberi kesaksian di PN Batam | Foto : Ned

CENTRALBATAM.CO.ID, BATAM – Laga final sepakbola, antara Indonesia melawan (Vs) Thailand pada 17 Desember 2016 lalu berujung persidangan pidana di Pengadilan Negeri (PN) Batam, Selasa (14/3/2017) sore.

Sidang itu di gelar sekitar pukul 15.10 WIB, yang di Pimpin Ketua Majelis Hakim, Taufik Nainggolan, SH dan dua Hakim Anggota.

Bukan karena tindak pidana yang dilakukan para pemain dalam pertandingan sengit itu, namun karena ulah para Netizen yang buat onar di grup sosial media (Sosmed) Facebook, Wajah Batam.

Ya, grup sosmed itu kian tersiar dan bergejolak karena ulah Sabam Parulian Hutagalung, seorang netizen yang juga terdaftar sebagai anggota aktif di grup sosial itu.

Diketahui, Sabam sempat mengomentari sebuah postingan di grup tersebut hingga akhirnya menuai kontroversi dan memaksanya duduk di kursi persakitan.

“Makanya jangan sok Solat kau di Thailand, jadi kalah lu. kalau nggak solat, pasti kau menang,” begitulah setidaknya postingan komentar terdakwa, sebagaimana diungkap oleh saksi pelapor, yang didengar keterangannya di PN Batam.

Sebanyak 5 orang saksi dihadirkan dalam sidang itu, termasuk pendiri grup Wajah Batam, Allan Suharsad dan anggota polisi (Polsek) Sagulung.

“Jadi, gara-gara postingan itulah Yang Mulia. Semua jadi heboh. Kan tidak ada hubungannya antara solat dan sepakbola,” kata saksi lagi.

Selain saksi pelapor, ketua RT di perumahan terdakwa juga memberi keterangan. Dia menegaskan, tak lama setelah Sabam memosting komen panasnya, puluhan warga langsung menggerebek komplek perumahan tersebut.

Tak sedikit, jumlah massa yang datang dan berkerumun saat itu mencapai 50 orang.

“Mereka teriak. Mana Sabam? Mana Sabam. Dia menistakan agama kami. Jumlahnya sekitar 50-an orang,” ucap sang ketua RT.

Saya Pendiri Grup Wajah Batam..

Kemudian, Allan Suharsad, sang pendiri salah satu grup medsos di Batam itu mengaku bahwa ia dan belasan admin lah yang bertugas memantau setiap postingan, termasuk komentar yang ada.

“Saya yang buat grup itu Yang Mulia. Saya pendirinya. Itu grup dibentuk sejak 2011 lalu. ada belasan admin,” kata Allan di hadapan Ketua Majelis Hakim, Taufik Nainggolan, SH.

Tentang komentar panas terdakwa, lanjut Allan, pihaknya langsung mengambil tindakan untuk menghapus postingan dan komentar yang ada. Itu dilakukan untuk meredam konflik dan mencegah komentar-komentar panas nan liar yang berpotensi terus bermunculan.

“Saya dan admin sudah hapus (postingan dan komen). Tapi ada lagi member kita yang ternyata telah lebih dahulu men-screen shoot postingan dan meng-Upload ulang. Nah, hal-hal itu berulang kali kami hapus. Sampai-sampai para member marah kepada kami (admin grup, red),” ungkap Allan.

Baca Juga:  Tidak Kantongi IMB, Camat Katang Bidara Minta Dinas Perizina Blacklist Kotage Kwansend Dan Hasim
Saksi Allan Suharsad (blazer merah, tengah) saat memberi kesaksian di PN Batam | Foto : Ned

Atas hal itulah, para saksi pelapor langsung menuju Polresta Barelang untuk membuat laporan. Menindak lanjuti laporan, terdakwa pun dibekuk dan kini disidangkan.
Dengan hal itu juga, dia disangkakan telah memacu rasa kebencian atau permusuhan indivindu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan suku, agama, ras, dan antar golongan (SARA).

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Yogi Nugraha, SH, yang menangani perkara tersebut pun menjeratnya dengan ketentuan Pasal 45 huruf (A) ayat (2) Undang-undang RI Nomor 19 Tahun 2016, Tentang Perubahan atas UU RI Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik Jo. Pasal 28 Ayat (2) UU RI Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

“Sebagaimana perbuatannya, terdakwa terancam hukuman 6 tahun penjara,” kata JPU Yogi, yang ditemui usai persidangan.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY