CENTRALBATAM.CO.ID, BATAM – Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas) memastikan ketersediaan kuota Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kepri aman hingga akhir tahun nanti.
Oleh sebab itu, Komite BPH Migas, Wahyudi Anas meminta agar masyarakat tak perlu khawatir terkait isu kelangkaan BBM belakangan ini.
“Tidak perlu khawatir (perihal stok ketersediaan BBM). Semuanya sudah terkendali dengan baik dan akan dikirim ke seluruh penyalur,” tegas Wahyudi Anas usai Sosialisasi Kinerja dan Penyuluhan Regulasi Migas di Kampus Institut Teknologi Batam (ITEBA) Tiban, Kota Batam, Sabtu (23/10/2021) lalu.
Selain itu, Anas mengatakan penyaluran BBM di Kepri sudah dilakukan secara maksimal. Termasuk BBM bersubsidi, dalam hal ini jenis premium, solar, dan minyak tanah.
“Untuk BBM bersubsidi sudah disalurkan dan capaiannya kurang lebih 80 persen. Sisa 20 persen lagi untuk triwulan 4,” katanya.
Pihaknya pun sudah melakukan cek fisik di lapangan, ke tangki timbun di Kabil. Hasilnya, stok BBM tercukupi dan ketersediaannya bisa di atas dari 10 hari.
Kalaupun menipis, BBM akan kembali didatangkan dengan proses yang tak lama yaitu 1,5 sampai 2 jam saja.
“Artinya, jangan sampai terjadi punic buying. Kami sudah memberikan mekanisme untuk kuota per kabupaten kota. Apabila terjadi kekurangan di jalur A akan pindah ke B, semuanya bisa diakomodir,” tambahnya.
Cara ini, menurut Anas, merupakan relaksasi dari BPH Migas untuk menghindari antrean atau kelangkaan di satu daerah.
“Mari kita lakukan pengawasan bersama agar distribusi BBM tepat sasaran,” katanya.
Sementara, agenda Sosialisasi Kinerja dan Penyuluhan Regulasi di Kampus ITEBA juga dihadiri oleh Anggota Komisi VII DPR RI, Asman Abnur, Anggota DPRD Provinsi Kepri, Alex Guspenaldi.(mzi)

