CENTRALBATAM.CO.ID, BATAM – Ketua DPRD Kota Batam, Nuryanto gerah dengan kinerja Badan Pengusahaan (BP) Batam yang dianggap sangat lamban.
Bahkan, ia menganggap kehadiran BP tak memberikan dampak positif apapun untuk kemajuan perekonomian di Batam.
“Investor asing tak ada nampak yang masuk. Gitu-gitu aja, sementara investor lokal tak dilayani. Itu artinya sama saja sudah gagal,” kata Cak Nur, sebagaimana akrab disapa, Selasa (20/6/2017).
Dia melanjutkan, selama lima bulan belakangan terdapat 34 perusahaan di Batam tutup. Tak hanya itu, sekitar 100 ribu karyawan terpaksa menjadi pengangguran hebat karena kelesuan sektor ekonomi yang kian kronis ini.
“Dulu, ada 104 shipyard di Batam. Sekarang? Hanya ada sekitar 20 persen yang masih beroperasi. Sisanya sudah hengkang,” sindirnya.
Cak Nur menyatakan, dis-harmonisasi Peraturan Perundang-undangan yang menjadi dasar pembentukan dan pelaksana kewenangan antara Pemko dan BP Batam juga menjadi akar masalah.
Selain itu, BP Batam juga mengalami dis-orientasi kinerja. Dari semula berfokus pada pengembangan investasi industri, kini hanya fokus dalam urusan pengalokasian lahan dan pemanfaatan aset yang dinilai tak banyak membantu.
“Apa fungsinya? Buktikan dong,” ajak Cak Nur.
Diujung pembahasannya, Nuryanto membeberakan ribuan transaksi properti yang tertunda. Penundaan tersebut terjadi karena pengusaha tidak bisa mengurus Izin Peralihan Hak (IPH) sebagai salah satu syarat utama akad kredit kepemilikan rumah dengan perbankan.
“Jadi ini semua benar-benar memburuk. Semoga semua pihak segera bangun dari mimpinya dan segera bertindak,” tandasnya.

