CENTRALBATAM.CO.ID, BINTAN –Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Pengda Bintan-Pinang-Tbk, Ahmad Apandi Pohan meminta kepada awak media dan masyarakat sekitar Bintan waspada Covid-19. Hal ini disampaikan sehubungan kedatangan 324 Tenaga Kerja Asing (TKA) asal Cina ke PT BAI Sabtu (8/8) kemarin.
“Seperti kita ketahui dan dunia ketahui bahwa asal mula covid-19 ini berasal dari Wuhan, Cina. Untuk itu, mohon untuk kawan-kawan media dan masyarakat sekitar Bintan waspada agar tidak terjangkit covid-19,”kata Pohan, Senin (10/8).
Lebih lanjut ia menyayangkan kedatangan TKA asal Cina itu datang ke Bintan di tengah peningkatan jumlah penderita covid-19 di Bintan. Menurutnya, dengan pemerintah mengizinkan TKA masuk ke Bintan seolah menambah beban phiskology untuk masyarakat Bintan sendiri.
Ia mengajak, seluruh lapisan masyarakat sejak Gubernur dan Perawat dikabarkan positif covid-19, masyarakat penuh ketakutan mawas diri.
“Tidak hanya sampai di situ, Kades Sri Bintan, Jumiran juga positif virus covid-19. Dan ketakutan masyarakat terhadap virus ini semakin besar. Lalu kenapa pemerintah memaksakan masuknya TKA asal muasal virus corona ke Bintan,”bebernya.
Selain itu, pria yang akrab di sapa Pohan itu juga menyayangkan di tengah pengangguran, pemerintah malah memilih mendatangkan tenaga kerja asing.
“Akibat covid-19 ini banyak pengangguran di Bintan. Jadi diharapkan pemerintah lebih bijaksana mengedepankan putra daerah ketimbang orang asing,”harapnya.
Tono salah satu warga juga menyayangkan kebijakan pemerintah yang membebaskan para ratusan TKA asal Cina itu masuk ke Bintan. Pasalnya, selain ditengah peningkatan jumlah covid-19, juga secara bersamaan peningkatan pengangguran.
“Tak tau lah macam mane nih pemerintah. Sudah lah corona semakin meningkat, pengangguran juga bertambah malah impor lagi tenaga kerja asing,”kesalnya.
Masih kata Tono, dirinya bukan satu-satunya warga yang menolak kebijakan pemerintah yang mengizinkan TKA asal virus yang menghantui dunia itu.
Bahkan menurutnya, saat ini beberapa warga sudah mulai berunding untuk melakukan aksi penolakan.
“Pengangguran saat ini merajalela. Dan beberapa warga sudah mulai geram. Siap-siap saja masyarakat banyak Demo PT BAI dan kantor Bupati,”tutupnya.

