BERBAGI
Salah satu kawasan hutan lindung yang dirusak

CENTRALBATAM.CO.ID, BINTAN ­–Umumnya wisatawan manca negara menganggumi Bintan karena keindahan alamnya. Keindahan alam yang dikagumi itu merupakan keindahan alam seperti maritim dan hutan lindung.

Namun sayangnya, disaat para turis dari berbagai negara itu memberikan jempol atas keindahan alam yang dimiliki pulau ini justru dirusak oleh berbagai kepentingan pribadi. Bukan hanya para turis, bahkan artis ibu kota Jakarta, Ariel saat berkunjung ke Bintan beberapa waktu lalu juga sempat melontarkan kagum atas mangove yang dimiliki Bintan.

Sayangnya, niat sebagian masyarakat dan pemerintah mempertahankan keindahan ini justru dinilai kurang. Pasalnya, berbagai alasan dilontarkan oleh pelaku maupun pemerintah agar perusakan lingkungan ini seakan tidak melanggar aturan. Misalnya, penambangan pasir illegal di hampir setiap kecamatan yang yang ada di Bintan selalu memberikan alasan ‘bahwa jika penambangan ini dihentikan, maka pembangunan di Bintan terancam’. Selain itu, alasan lain adalah untuk mengurangi pengangguran.

Baca Juga:  Kajati Kepri Menjuarai Kejuaraan Tenis Ganda Putra BAVETI CUP di Batam

Alasan-alasan ini seringkali digunakan sebagai senjata ampuh untuk memuluskan niat pelaku dan pemilik kepentingan meraup keuntungan semata. Alhasil, akibat penambangan ini mengakibatkan ekosistem rusak dan kolam-kolam raksasa usai penambangan seringkali menelan korban.

Sementara, menurut ketentuan yang berlaku bahwa bangunan permanent dilarang jika kurang 20 meter. Namun lagi lagi pemilik kepentingan serta pelaku usaha beralasan bahwa pembangunan ini dan itu dilakukan agar pengangguran di Bintan berkurang.

Permasalahan berikutnya adalah reklamasi yang dilakukan oleh PT BAI di desa Gunungkijang yang membabat habis hutan mangrove dikawasan lahan yang dibeli dari masyarakat. Belum puas membabat hutan mangrove, PT ini justru melakukan reklamasi. Sementara izin dari reklmasi sendiri diduga belum dimiliki oleh PT BAI.

Baca Juga:  Si Jago Merah Ngamuk, Satu Nyawa Melayang dan Rumah Hangus Terbakar

Meskipun belum mengantongi izin, namun reklamasi tetap berlanjut. Sementara pemerintah dalam hal ini Pemkab Bintan seakan tak memiliki taring.

Merasa pemerintah lemah alias tidak berani menindak yang salah, kawasan hutan lindung kembali dirusak. Kali ini kawasan hutan lindung sungai pulai yang makin hari makin rusak.

Meskipun demikian, pembabatan justru terus berlanjut dan melebar.

Sementara, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Provinsi Kepulauan Riau Yeri Suparna dikonfirmasi kondisi hutan lindung ini seakan berlindung diri. Pasalnya, ia mengaku sudah menerjunkan satu kompi kelapangan. Namun saat ditanyai apa hasilnya, ia enggan menjelaskan.

“Kami sudah turun kelokasi 3 hari yang lalu. Kalau masalah hasil nanti saya Tanya dulu kasatsatnya,” ujarnya singkat saat ditanyai beberapa hari lalu. (Ndn)

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY