CENTRALBATAM.CO.ID, TANJUNGPINANG-Gubernur Kepri H Nurdin Basirun mengatakan keterbatasan anggaran bukan dijadikan alasan untuk memperlambat pembangunan. Keterbatasan tersebut haruslah dimanfaatkan dengan maksimal.
“Lihat peluang, prioritaskan untuk kepentingan masyarakat,” ujar Nurdin saat memimpin rapat rutin OPD di Rupatama lantai 4, Kantor Gubernur, Istana Kota Piring, Pulau Dompak, Tanjungpinang, Senin (9/4/2018).
Nurdin mengtakan penggunaan e-planing pada tahun 2019 akan dilaksanakan secara menyeluruh harus terus dikawal dan dimaksimalkan. Keterlambatan memasukan data kegiatan akan merugikan, program tidak bejalan, kebutuhan masyarakat tidak terpenuhi.
“Untuk itu semua OPD dituntut untuk bekerja keras,” kata Nurdin.
Mendengar laporan terkait progres penyerapan anggaran di triwulan I ini, Nurdin mengajak semua OPD lebih semangat lagi dalam bekerja, untuk triwulan selanjutnya agar pencapaian dapat lebih tinggi lagi dari target.
Sementara itu Sekretaris Daerah H TS Arif Fadillah mengatakan bahwa dengan rapat rutin inilah dapat terus crosschek perjalanan kegiatan kerja sudah sampai dimana.
“Terus dievaluasi agar kendala dan halangan yang ada dapat segera diatasi,” kata Arif.
Sementara Kabiro Pembangunan Aries Fhariandi melaporkan secara ringkas review rapat pada Senin lalu, yang menyatakan bahwa target pencapaian realisasi baik keuangan maupun fisik yakni sebesar 10 persen sudah tercapai.
“Hasil tersebut mengharuskan kita untuk terus meingkatkan progres realisasi lebih tinggi lagi di triwulan selanjutnya,” kata Aries.
Dia mengatakan tindak lanjut pasca musrenbang bahwa tahun 2019 mendatang semua program harus tertuang dalam e-planing untuk itu semua program harus sesuai dengan RPJMD, SSH juga program prioritas Gubernur.
“Diharapkan semua OPD melakukan koordinasi yang intensif agar tidak terjadi ketertinggalan,” ujar Aries.
Aries mengatakan bahwa laporan progres kegiatan diharapkan dituangkan dalam bentuk visualisasi agar hasil terakhir yang sedang bejalan dapat dilihat lebih nyata.
Kepala Barenlitbang Naharuddin menambahkan terkait e-planing secara penuh harus segera di susun keseluruhan program masing-masing OPD.
“Tidka ada lagi kegiatan yang muncul diluar batas waktu input, sistem akan menolak yang berakibat kegiatan tersebut tidak berjalan,” kata Nahar.

