BERBAGI
Foto bendera robek

CENTRALBATAM.CO.ID. Tanjungpinang. -Bendera merah putih merupakan lambang Negara Republik Indonesia. Karenanya, sudah semestinya semua pihak mengharga sang saka merah putih itu. Namun, apa yang dilakukan oleh PT. Michellindo Cahaya Rezeki ini terkesan melecehkan lambang Negara.

Pasalnya, PT itu diduga sengaja mengibarkan bendera yang sobek dan kusam. Hal ini lantaran bendera itu sudah jelas-jelas robek namun tidak juga menggantinya.

Pantauan media ini di lokasi bendera hampir seluruh kain putih sudah tidak utuh lagi atau tinggal kelihatan yang merah saja. Sedangkan lokasi pengibaran itu berada di dekat Universitas Umrah, Tanjungpinang.

Salah satu warga setempat, Andi mengatakan bendera itu diketahui sejak seminggu lalu dalam kondisi rusak. Namun, tidak ada seorang pun dari pihak PT yang peduli. Padahal, proyek yang dikerjakan merupakan proyek dari pemerintah yaitu dana APBN senilai Rp 33 Milliar lebih. Adapun pengerjaan yang dilakukan oleh itu yakni pembangunan gedung ruang kelas belajar universitas Umrah.

Baca Juga:  Gencarkan Implementasi Inpres 2 Tahun 2021, BPJS Ketenagakerjaan Audiensi Virtual Dengan Kemenkop UKM

“Harusnya, PT ini menghargai lambang Negara. Apalagi proyek yang dikerjakan kan uang Negara. Lah ini sudah cari makan dari Negara kok tidak menghargai lambang Negara. Benar-benar tidak punya akhlak,” ujarnya, Selasa (27/4).

Terpisah, Hendra Jaya, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) komisi III kota Tanjungpinang menanggapi dan sangat kecewa dengan perusahan yang membangun UMRAH tersebut.

“Saya sangat kecewa jika masih ada yang kibarkan bendera rusak, Bendera Merah Putih sebagai simbol negara yang direbut dan diperjuangkan dengan darah dan air mata oleh para pejuang  kita, janganlah kita kibarkan bendera asal-asalan”. Ungkapnya

Pasalnya, terdapat ancaman pidana jika seseorang sengaja mengibarkan bendera merah putih yang dinilai tak layak.

Baca Juga:  Kapolsek Gunungkijang Pastikan Penyembelihan Hewan Qurban Sesuai Prokes

Ancaman pidana itu diatur dalam Pasal 24 huruf c yang isinya mengibarkan Bendera Negara yang rusak, robek, luntur, kusut, atau kusam dengan ketentuan pidana Pasal 67 huruf b. Isinya, apabila dengan sengaja mengibarkan bendera negara yang rusak, robek, luntur, kusut, atau kusam sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24 huruf c, maka dapat dipidana penjara paling lama 1 tahun atau denda paling banyak Rp 100 juta.

“Perlakuan ini tak mencerminkan suatu penghargaan atas Merah Putih bendera kebangan bangsa indonesia”. Tutupnya

Hingga berita ini diunggah pihak kontraktor belum dapat dihubungi atau belum menghubungi nomor yang ditinggalkan oleh media ini.

Sementara itu, salah satu pekerja yang enggan namanya ditulis di lapangan mengaku sudah mengajukan ke manajemen PT. Michellindo Cahaya Rezeki. Namun, hingga detik ini manajemen terkesan mengabaikan laporan itu . (Leo)

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

Tinggalkan Balasan