BERBAGI
Para petani sedang memetik sayur saat panen

CENTRALBATAM.C.ID, BATAM-Walikota Batam, Muhammad Rudi akan menggandeng Tentara Nasional Indoneisa (TNI) untuk mewujudkan rencana pengembangan pertanian di pulau.

“Kita ingin buka satu daerah baru untuk pertanian, supaya sembako tak impor lagi. Rekan TNI siap membantu kita,” kata Rudi dalam rapat Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Batam di Kantor BI Kepri di Batam Centre, Rabu (2/2/2017).

Menurutnya, inti dari permasalah inflasi adalah kebutuhan pokok (sembako). Sementara Batam selama ini mendapatkan pasokan sembako dari luar. Karena berdasarkan tata ruang, Batam bukanlah daerah pertanian.

Untuk itu Pemerintah Kota Batam membuat kebijakan dengan pengembangan pertanian di pulau. Saat ini tim sedang menyusun kajian terkait lokasi dan jenis tanaman yang akan dikembangkan.

Baca Juga:  Kisah Cinta BB Kandas di Tanjung Priok Karena Iptu Nyoman Mahendra

“Dukungan BP Batam juga sangat diharapkan. Kita siapkan kajian. 2018 sudah action. Kita siapkan alat dan segala macam, tentara yang kerjakan,” ujarnya.

Rudi mengatakan pengembangan pertanian di pulau hanya satu dari beberapa rencana yang disiapkan pemerintah untuk penuhi kebutuhan pokok dari lokal.

Pemerintah juga akan mendorong masyarakat untuk melaksanakan kegiatan bercocok tanam di pekarangan rumah. Khususnya untuk tanaman cabai yang selama ini memberi andil cukup besar terhadap inflasi di Kota Batam. Rencana-rencana ini didukung penuh Bank Indonesia Kantor Perwakilan Kepulauan Riau.

Kepala BI Kepri, Gusti Raizal Eka Putra mengatakan jika masyarakat bisa penuhi kebutuhan pokok sendiri maka inflasi bisa ditekan.

Baca Juga:  Kajati Kepri Menjuarai Kejuaraan Tenis Ganda Putra BAVETI CUP di Batam

“Bila tiap rumah saja menanam 10 polybag cabai maka kebutuhan sehari-hari bisa terpenuhi. Kalau kita bisa jaga volatile food ini di angka 4-5 persen, maka inflasi bisa di bawah 4 persen,” kata Gusti.(mcb/ctb)

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY