CENTRALBATAM.CO.ID, BATAM – Ratusan massa kembali memadati wilayah Pusat Pemerintahan Kota Batam, mulai sekitar pukul 10.00 WIB tadi, ratusan massa telah menduduki jalan Engku Putri.
Di sekitar jalan itulah kantor pemerintahan seperti kantor Walikota Batam, DPRD, dan Kantor utama Bright PLN Batam. Keseluruhan tempat tersebut menjadi muara pelaksanaan aksi. Tak hanya itu, Gedung Graha Kepri, sebagai kantor Gubernur Kepri, Nurdin Basirun yang ada di Batam juga dikerumuni massa.
Dalam aksinya, massa yang terdiri dari aliansi masyarakat peduli listrik (Ampli), mahasiswa, serikat pekerja dan perwakilan lainnyan menyuarakan berbagai tuntutan. “Kami bukan orang kaya, bukan Konglomerat. Kenaikan tarif dasar listrik (TDL) di Batam sangat menyusahkan masyarakat,” teriak orator, menyampaikan aspirasi massa.

Tak hanya itu, berbagai tuntutan lainnya juga disuarakan, seperti meminta pengkajian ulang dan mencabut Peraturan Gubernur (Pergub) Kepri, yang mengesahkan kenaikan TDL di Batam, meminta pemerintah kota (Pemko) Batam dan pemerintah provinsi (Pemprov) Kepri lebih tegas dan ‘pro rakyat’.
Dengan berbagai atribut demo, kibaran bendera masing-masing LSM dan bentangan spanduk turut memeriahkan pelaksanaan aksi tersebut. “Kami mau pemerintah yang benar-benar mengerti dan mengayomi, bukan yang sewenang-wenang mematok tarif. Jangan buat kami mati perlahan, jangan peras kami lewat kenaikan tarif listrik,” sindir orator.

