BERBAGI

CENTRALBATAM.CO.ID, BATAM-Kebakaran lahan dan hutan (Karlahut) diwilayah Kalimantan bagian Barat (Kalbar), dan Sumatera bagian Tengah (Sumbagteng) masih terpantau sore ini, Rabu (24/8/2016) sore.

Terpantau dari citera satelite NASA, yakni Terra dan Aqua yang kemudian dipublikasikan oleh Lembaga Penerbangan dan Antariksa (Lapan) membuktikan, terdapat penurunan jumlah titik api atau Hot spot yang ada di Kalimantan bagian barat dan Sumatera.

Melanjutkan data tersebut, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Hang Nadim, Batam, turut membenaran kondisi Hot spot yang mengalami penyusutan ini.

Terpantau pada Kamis (18/8/2016) lalu, terdapat sekitar 567 Titik api di Kalimantan. Kali ini jumlahnya menyusut hampir 8 kali lipat, dengan jumlah 65 titik api pertanggal 24 Agustus 2016 sore ini.

Hal ini turut dibenarkan oleh Philip Mustamu, Kepala BMKG Hang Nadim, Batam yang menyatakan bahwa penyusutan titik api memang terjadi dalam beberapa hari terakhir.

“Memang beberapa hari ini menurun, hingga sore ini terpantau hanya ada 65 titik di Kalimantan Barat dan 3 titik di Sumatera,” kata Philip Mustamu, Kepala BMKG Hang Nadim, Batam.

Dikatakannya juga, hot spot yang berjumlah 567 dengan akurasi 51-60% sebanyak 62 titik, 61-70% sebanyak 116 titik, 71-80% sebanyak 150 titik dan yang paling ekstrim diakurasi 81-100% sebanyak 239 titik api itu terpantau menurun. Dengan data hari ini yang hanya menunjukkan 65 titik api di Kalimantan Barat dan 3 titik di Sumatera.

“Kemarin itu ada 567 Titik, tapi kali ini menyusut menjadi 68 titik saja. Di Kalimantan itu ada 65 titik dengan akurasi 51-60% ada 11 titik, 61-70% ada 22 titik, 71-80% ada 20 titik dan 81-100% ada 12 titik,” imbuhnya.

“Untuk Sumatera, hanya ada 3 titik api saja. Dengan akurasinya 51-60% ada 0 titik, 61-70% ada 2 titik, 71-80% ada 0 titik dan 81-100% ada 1 titik api saja. Hingga totalnya itu ada 3 titik,” ucapnya.

Akan hal ini pula, masyarakat wilayah Kalimantan Barat dan Sumatera masih terpapar asap dari penyebaran titik api ini, meskipun jumlahnya berkurang.

 “Ya, masih ada dampaknya. Walaupun semakin berkurang. Untuk itu, kita sampaikan kepada masyarakat yang terdampak asap untuk tetap memakai masker dan mengurangi kegiatan diluar ruangan jika tidak diperlukan,” tandasnya.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY